hem ngomong ngomong soal novel ini dia beberapa sinopsis novel yang aku sukai. Memang ceritanya itu bagus banget hhhhhh .lebay sedikit bolehlah. hhhh ups ketawa mulu , yuk simak dan baca ya
“The End”
wah aku nggak bakal bosan sama novel satu ini .walaupun udah baca lebih dari sepuluh kali hhhh. coba aja.
kalo di buat film pasti banyak yang suka.
novel satu ini baru aku baca , novel ini keluarnya udah lama .tapi baru difilm kemarin ya,,,,,
Cinta pertama selalu abadi....
Resensi: Noviane Asmara
Detail Buku :
Penulis : Shu Yi
Penerjemah : Pangseti Bernardus
Penyunting : M. Sidik Nugraha
ISBN : 978-979-024-205-0
Ukuran : 13 x 20,5 cm
Tebal : 545 Halaman
Cover : Soft Cover
Penerbit : Serambi
Terbit : Februari 2010
Tubuhmu berada di satu tempat, tetapi hatimu berada ditempat lain ( hal 544 )
Kalimat singkat yang berada di penghujung cerita itu sempat membuat aku terlonjak dan merasa ditampar, bagaimana tidak? Karena kalimat itu mempunyai sejuta makna dah kenangan buat aku pribadi.
Apa artinya hidup ini tanpa bisa berada disisi seseorang yang kita cintai. Seseorang yang ingin dilihat saat bahagia dan menjadi tempat melampiaskan amarah saat sedih dan terluka. Aku akan hidup seperti zombie.
Zhao Mei mengalami itu semua. Cintanya yang mendalam untuk Sun Jiayu,malah mengakibatkan ia kehilangan kekasihnya itu. Kekuatan cinta memang luar biasa, cinta mampu membuat seseorang wanita menjadi Superwomen. Walau kadang kekuatan itu tidak dibarengi ketenangan dan kecerdikan. Pikiran seakan telah tertutup dengan cinta. ,“Love is Blind “.
Zhao Mei hanyalah seorang gadis lugu yang sedang belajar musik. Perkenalannya dengan Sun Jiayu terjadi tanpa sengaja. Sun Jiayu semula adalah kekasih sahabat juga teman serumahnya, Peng Weiwei. Namun cinta Peng Weiwei malah membuat hubungannya dengan Sun Jiayu menjadi tidak harmonis dan berakhir dengan perpisahan.
Siapa yang bisa mengira jika lelaki yang diidam-idamkan selama ini adalah Sun Jiayu, seorang pedagang besar yang telah membuat sahabatnya di negara asing, bertemu dengan teman senegara justru membuat mereka makin dekat, hingga tanpa disadari Mei dan Jiayu saling menyukai. Sekuat apapun Mei berusaha melawan pesona Sun Jiayu, namun terlalu kuat untuk diabaikan.
Selalu saja ada orang yang mengambil kesempatan disaat orang kesusahan, tidak perduli orang itu sudah dianggap sahabatnya sendiri. Justru setelah sepanjang saat menolong banyak orang, disaat Jiayu membutuhkan pertolongan, hanya sedikit yang bersedia membantunya
Kepolosan dan kenaifan Mei sering kali tanpa ia sadari membuat Jiayu terkena masalah.Namun walau bagaimanapun, Jiayu tetap memuja Mei. Hingga akhir hayatnya, Jiayu tetap menganggap Mei adalah "perempuanku"
Kisah dibuku ini ditutup dengan sangat manis dan sangat menyentuh oleh sebuah puisi cinta. Ijinkan aku mengutip penggalan dari puisinya yang begitu dalam .
Apalah artinya namaku bagimu? Nama itu tak berjiwa
Dia akan menghilang, seperti raungan kecil
Dari gelombang yang menghantam tepian di kejauhan
Seperti suara riuh malam di hutan lebat!...
Penulisan Novel ini mengingatkanku pada Novel Cinta yang aku tulis tahun 2002 lalu, yang aku ikut sertakan dalam lomba penulisan Novel Cinta tahun 2009, walaupun sedih novelku tidak memenangkan lomba jadi teringat temanku, Truly, yang berjuang keras menjadi Editor untuk Novelku itu, dimana dalam setiap babnya, selalu dibuka oleh sebuah puisi cinta yang syarat dengan makna dan tentunnya romantis seperti dalam Novel First Love Forever Love ini.
covernya cukup menarik tapi kurang sendu untuk isinya,hhhh
Buku ini berisi coretan-coretan dari seorang gadis bernama Indi. Indi terlahir sebagai gadis yang “special” karena mengalami cacat tulang belakang. Untuk bisa berdiri tegak, maka dokter pun memasang penyangga di punggungnya sampai sebatas leher. Hal tersebut yang membuat seorang Indi menjadi pribadi yang pasif.
Di suatu hari saat berkunjung di rumah pamannya, Indi bertemu dengan seorang pria yang bernama Mika. Mika pada awalnya terlihat seperti pria-pria muda yang pada umumnya. Tapi setelah pertemuan-pertemuan berikutnya, Indi merasa bahwa Mika bukan pria biasa, tapi pria yang “luar biasa”. Mika yang menderita penyakit AIDS, memiliki motivasi yang hebat untuk tetap hidup dan mampu mengalirkannya pada orang lain termasuk, Indi. Tanpa pamrih, motivator yang baik, dan penuh keajaiban membuat seorang Indi akhirnya jatuh cinta pada Mika.
Hari demi hari dilalui oleh mereka berdua, sampai pada suatu cerita Mika harus pergi karena Kematian. Kemudian, terciptalah coretan-coretan yang dituliskan oleh Indi sebagai wujud pergolakan hati dan pikirannya mengenai arti kehilangan terhadap seseorang Mika.
Indi dengan polosnya bercerita kepada Tuhan betapa Ia membutuhkan Mika. Bukan hanya sebagai status seorang kekasih, melainkan sebagai orang yang mampu memotivasinya untuk tetap maju.
Tapi, hidup adalah untuk terus dilanjutkan, bukan untuk diratapi. Karena hidup hanya sekali dan suatu saat akan bertemu dengan kematian. Indi pun tetap berjuang demi kesembuhannya tanpa melupakan Mika. Pahlawannya. Bahkan di akhir cerita, Indi masih menyimpan nama Mika di sudut hatinya yang lain meskipun telah ada seorang pria yang telah menempati hatinya di sudut lain.
Anda bisa mencintai laki-laki lain, tanpa harus “mengabaikan” seseorang..
Karena Anda masih memiliki ruang yang luas di hati untuk mencintai.
nangis deh kalo baca ni diarynya indi . apalagi filmnya wah bikin mata sembab. untuk baca ni diary aku sampe rela pinjam sama temenku soalnya udah nggak kebagian .
Senyum untuk Zevanya
Senyum untuk Zevanya
Zeva baru saja menginjak kakinya di bandara Adi Sucpto. Yup! Zeva sekarang memang berada di Yogyakarta.
Dengan langkah berat, dia mengikuti langkah papa dan mama yang berjalan
di depannya. Dia merasa asing di tempat ini, tapi apa boleh buat,
sebagai anak dia harus mengikuti ke mana orangtuanya pergi.
Dia
benci dengan rencana papa untuk membuka perusahaan property di kota
ini, dia benci kenapa papa harus menjadi seorang arsitektur andal
lulusan Jerman, dia benci kenapa papa tidak terus bekerja di Jakarta
saja, dan dia benci karena harus pindah ke kota ini. Sekarang langkahnya
semakin melambat, sepertinya ia ingin berlari kembali ke dalam, menaiki
pesawat yang membawanya ke Jakarta,
kembali bertemu dengan Lila, sahabatnya. Seharusnya dia dan Lila
sekarang sedang bersenang-senang menikmati liburan kenaikan kelas. Tapi
gara-gara papa, dia harus ke kota ini dan harus pindah sekolah, yang berarti kehilangan Lila.
Semua
yang terjadi padanya menjadi pribadi yang freak, aneh, dan takut dengan
orang lain. Dia paling sulit masuk dalam sebuah lingkungan baru, dia
juga tidak pandai bergaul. Untungnya dia masih punya sahabat yang bai,
dialah Lila. Selama ini, hanya Lila ynag menurutnya paling bias mengerti
dia. Di kota ini, pasti akan sulit menemukan sahabat seperti Lila. Dia kembali nelangsa.
Dia
segera menyeka pipinya yang basah, lalu masuk ke dalam lobil om Pram
yaitu teman bisnis papa. Dia kemudian membuang pandangannya ke jalanan,
memperhatikan setiap kendaraan yang ada di luar kendaraan. Dia juga
menjerit dalam hati saat sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi
menyalip sebuah bis kota yang mengeluarkan asap hitam. Yogyakarta memang tidak sepadat Jakarta. Meskipun begitu, dia sudah terbiasa dengan kota besar itu.
*****
Zeva
memilih menghabiskan liburannya dengan terus berada di rumah. Dia tidak
mau diajak mama dan papa ke rumah teman-temannya. Huh, membosankan!
Karena sifat mama itu, dia ingin sekali punya saudara lain, dan bukan
menjadi anak tunggal. Paling tidak, sifat keras mama itu bukan hanya
ditunjukkan untuknya seorang. Tetapi sampai sekarang, di usianya yanga
hamper 17 ini, dia tidak pernah mendapatkan seorang adik. Dulu, setiap
dia merengek minta seorang adik, mama pasti akan berkata bahwa
permintaan itu belum dikabulkan Tuhan. Lama-lama dia lupa dengan
permintaaan itu.
Dia
mendengar suara ramai di bawah, bahwa papa dan mama dating bersama
rombongan lagi, pikirnya. Dengan enggan dia keluar dari kamar, berusaha
tersenyum sebelum bertemu dengan teman-teman orang tuanya, dan itu sudah
biasa dia lakukan.
Denagn
senyum yang tersungging di bibir, dia menatap satu per satu tamu papa
dan mama, tetapi ada satu orang yang lain di antara mereka. Tatapannya
berhenti pada satu sosok yang hmmm….cakep, menurutnya. Cowok itu
kemudian menatapnya. Ternyata, Tante Diana adalah tetangga kami sepuluh
tahun lalu waktu di Jakarta,
Bayu yang dia ingat adalah cowok nakal yang menyebalkan saat itu. Bayu
sering mengejeknya dengan satu kata yang sampai sekarang membuatnya
memusuhinya.
Mungkin
karena melihat dia hanya bersikap seperti patung dan sama sekali tidak
bias diajak ngobrol, Bayu pun mulai memperlihatkan rasa bosannya saat
berada di sisinya. Dia malah asyik membolak-balikan majalah otomatif
papa dan bersikap cuek padanya. Karena bosan dari tadi terus
mengheningkan cipta, akhirnya Bayu memilih ikut bergabung dengan
kelompok para orangtua, dan dia hanya memandanga pasrah sambil
menyumpahi ketololannya. Tapi ketika hendak pulang, perkataan Bayu
sempat sedikit menghibur hatinya”Besok ketemu di sekolah ya….”
*****
Hatinya
berdebar kencang. Ini hari pertamanya di SMA Bina Persada. Dengan
perasan yang tidak menentu, dia mengalah memasuki halaman sekolah. Dan
beberapa anak cowok yang asyik bermain basket di lapangan. Dia
berusahamencari ruangan kepala sekolah. Dia menebarkan pandangannya ke
setiapruanga, tetapi dia belum menemukan ruangan yang bertuliskan
ruangan kepala sekolah. Dia seperti alien di tempat ini. Baru saja
hendak berbalik, tiba-tiba…..uppsss!!! seseorang menabraknya, lebih
tepatnya dia yang menabrak orang itu.
Dia
terkesiap saat seoranga cowok sudah berada tepat dihadapannya. Dia
tersenyum konyol padanya, kemudian mengambil sesuatu di kakinya. Dia
kembali terkesiap saat Zeva melihat sebuah boala orange tepat berada
dekat kakinya. Kemudian, Zeva melihat dia melemparkan bola kearah
teman-temannya dan kembali menuju kearah Zeva. Kami kemudian berhenti di
depan sebuah ruangan. Kemudian, cowok itu menyuruhku masuk zeva
kemudian segera mengangguk, dan tak lupa mengucapkan terima kasih
kepadanya.
Setelah
bertemu dkepala sekolah dan berbicara sebentar, akhirnya dia dibawa
menuju kelas IIC. Hatinya kembali berdebar. Dia bias mendengar suara
riuh dari masing-masing kelas yang dia lewati. Ini hari pertama di
sekolah, kehebohan seperti ini sering terjadi. Ketika pak kepala sekolah
masuk, ruangan yang tadinya riuh tiba-tiba saja hening. Semua mata
memandang kearah kami dan dia melihat beberaa anak berbisik sambil
melihat kearah kami. Belum selesai pak kepala sekolah berbicara, kelas
kembali riuh. Dia menahan nafas, siap mendengar celetukan dari salah
satu diantara meraka.
Akhirnya,
dia disuruh duduk disebelah cewek. Dia tersenyum padanya, sebelum dia
menarik kursi di sampingnya. Cewek yang cantik, pikirnya dalam hati.
Setelah dia duduk, pak kepala sekolah segera keluar dari kelas ini. Dan
kelas kembali riuh. Dia hanya duduk terdiam di kursinya, sedangkan cewek
disebelah dia mulai asyik mengobrol dengan beberapa cewek yang duduk
dekat dengan kami. Sebagai anak baru, dia memang tidak bias menjadi
pusat perhatian.
Dia
segera menoleh dan dia mendapati tampang yang tadi selalu nyeletuk saat
Zeva memperkenalkan diri, tapi bukankah cowok konyol ini cowok yang
sama yang mengantar dia keruang kepala sekolah. Sampai akhirnya Bu
Widya, wali kelas IIC yang baru, masuk, hanya satu orang yang
mengajaknya berkenalan yaitu si Joyo a.k.a Joey.
*****
Istirahat
tiba. Seluruh kelas berhamburan keluar, sepertinya mereka sudah tidak
tahan untuk kembali menceritakan pengalaman liburan mereka. Pada jam
pertama tadi belum ada pelajaran, Bu Widya hanya memberikan gambaran
tentang pelajaran yang nanti akan dipegangnya dan juga memberikan jadwal
pelajaran lain.
Zeva
tidak beranjak dari kursinya karena memang dia tidak tahu apa yang
harus dia lakukan. Tak ada seorang pun menghampirinya dia semakin merasa
sedih dan dia kembali membayangkan bagaimana seandainya sekarang Lila
ada bersamanya.Semalam dia menelepon Lila hamper satu jam, dia
menceritakan ketakutannya untuk masuk ke lingkungan baru dan Lila
berulang kali membesarkan hatinya, dengan mengatakan dia pasti bias
survive di sekolah yang baru.
Zeva
menoleh pada si empunya suara. Cewek itu menatapku sambil tersenyum.
Zeva menggeleng. Tak lama kemudian, cewek itu berlalu. Dia mengutuk
sikapnya barusan.
Dari
dalam kelas, lewat kaca jendela, dia bisa melihat Bayu. Zeva tersenyum.
Dia ingin sekali menyapanya, tapi belum ada keberanian, apalagi dengan
situasi yang asing di sekelilingnya ini.padahal saat ketemu, dua hari
yang lalu di rumah, dia sudah berjanji akan mencari Zeva di sekolah.
Tapi mungkin dia sekarang telah berubah pikiran. Mungkin janjinya kemarin itu hanya basa basi.
Zeva
membuka buku tulisnya yang masih kosong dan dia mulai mencorat coret
kertas putih itu sekedar untuk menghilankan rasa sedih dan sepinya. Dia
tersentak kaget mendengar suara itu. Dia ingat cowok itu yang tadi pagi
dia tabrak. Cowok itu kemudian menanyakan”Dimana Lola???” tapi Zeva
tidak tahu dia siapa. Jadi, wajar kalau Zeva belum tahu nama seisi kelas
ini. Selain Joey tentunya. Tapi mungkin Zeva yang keterlaluan, nama
teman sebangku pun dia tak tahu.
*****
Akhirnya,
secara tak segaja, dia tahu juga nama teman sebangkunya. Dia Lola.
Seperti nama tokoh khayalan dalam cerpen yang dia tulis. Lola yng ini
memang seerti real living-nya Lola dalam cerpennya. Dia cantik, berambut
panjang, lurus sebahu, bertubuh ideal sehingga pantaslah jika dia
dicari cowok cakep tadi.
Sebuah
suara menyambar dari belakang. Lola terdiam sebentar. Zeva mendengar
dua cewek dibelakangnya cekikikan kegenitan. Pasti Devo itu tergila-gila
banget sama Lola, dan kedua cewek itu adalah dayang-dayang Lola yang
selalu ikut gembira melihat tuan putrinya ditaksir pangeran cakep, tebak
Zeva dalam hati. Pemandangan dan cerita yang biasa, pikirnya lagi.
Siang
ini kembali belum ada pelajaran. Maklum, kegiatan persekolahan di
hari-hari pertama setelah liburan memang belum aktif. Zeva hanya menjadi
pendengar saat ketiga cewek disebelahnya asyik bergosip tentang Devo si
cowok cakep dan sombong itu, dan sekali-sekali dia mendengar nama lain
disebutkan dalam obrolan mereka, yaitu Bayu.
Semua
cowok didalam kelas ini berkumpul di belakang, dan beberapa cewek lain
membentuk kelompok-kelompok kecil untuk bergosip. Dan dia merasa kembali
terasa terasing. Dia mendengar salah satu cowok memanggil namanya.
Suara konyol itu lagi. Lalu dia dengar yang lain bersorak. “Ada apa lagi ni???” Zeva kemudian menoleh kearah sumber suara, alias si Joey.
Zeva
kemudian melirik cowok yang menarik tangannya ini. Joey baik. Salah
satunya orang yang mau mengajaknya berkenalan.” Kenapa sih Zeva tidak
berteman saja dengan dia!” Zeva berusaha mengubah pandangan bahwa setiap
cowok akan terlihat keren kalau bergaul dengan cowok cakep dan popular.
Dengan sifat dan penampilannya seperti ini, cita-cita seperti itu
hanyalah sebuah mimpi yang tak pernah menjadi kenyataan. Dia bukan Lola.
Joey menunjuk kearah cowok-cowok itu. Dia kemudian memperkenalkan Zeva kepada teman-temannya, seperti Olan, Aryo, Abbie,
Tito,Bimo, Dion, dan banyak lagi , sampai-sampai Zeva tidak bisa
mengingat nama mereka lagi. Akhirnya Zeva memang bergabung dengan
cowok-cowok itu, dan tanpa dia sadari dia merasa nyaman berada di antara
mereka meskipun Zeva belum bisa berbicara banyak dengan mereka.
Setidaknya, dia tidak merasa asing disini. Thanks to Joey!!!!
Setelah
hang out-nya bersama para cowok IIC, dia akhirnya mulai berkenalan
dengan beberapa teman cewek di kelasnya. Ini semua karena Joey, dia
orang paling konyol dan cuek di kelas ini dan hampir seisi kelas
menyukainya. Hasilnya, Zeva diajak Joey dan Dewi untuk bergabung dalam
paduan suara, yang aktif bernyanyi di gereja. Hmm….pengalaman baru!!!!
Joey mensejajarkan langkahnya dengan Zeva. Zeva tidak suka dijemput di sekolah. Biasanya, Pak Min, supir kami di Jakarta
dia suruh memarkir mobil 200 meter dari sekolah. Atau kadang dia
berbohong padanya dengan mengatakan kalau dia pulang dengan Lila,
padahal dia pulang naik bis atau angkot. Zeva senang melakukannya.
Menurutnya, saat dia sendirian, berlari berebutan tempat duduk di bis,
berjejalan dalam bis kota, dan berada dalam orang-orang asing, dia
merasa bebas, dia merasa menjadi cewek paling berani, dia tidak pernah
merasa rendah diri karena memang dia berada diantara orang-orang yang
tidak dia kenal. Diantara mereka, dia bisa menjadi berbeda.
Bahkan ditempat baru seperti di Yogyakarta
ini, dia mati-matian menolak dijemput mama, apalagi setelah tadi pagi
dengan sedikit pemaksaan mama mengantarnya ke sekolah karena memang kami
belum punya supir disini. Joey menawari Zeva untuk pulang
bersama.Kembali Joey menarik tangan Zeva ketempat parkir dan Zeva nggak
bisa menolak.
*****
Lila
pasti mendengar helaan napasnya tadi, dan dia menangkapbahwa itu adalah
tanda bahwa dia baru saja mengalami hari yang berat. Setelah telepon
ditutup, Zeva segera naik lagi ke tempat tidur dan mulai memikirkan apa
yang dikatakan Lila tadi.
Mama
kemudian berkata bahwa hari ini dia bias diantar Pak Ali ke sekolah,
sambil mengoleskan roti dengan selai coklat kacang kesukaan Zeva. Tapi
dia menolaknya sambil menyambar roti yang baru dioles Mama. Mama
menyergit tak mengerti. Mama sudah mengultimatum dan seperti biasa dia
tidak membantah. Dia berusaha menyakinkan mamanya. Dia malu jika harus
diantar jemput ke sekolah karena kalau dijemput seperti itu dia jadi
kehilangan kesempatan untuk lebih dikenal oleh teman-temannya. Tetapi
kalau dia bias melakukan hal yang lazim seperti mereka, setidaknya dia
tidak menjadi asing dimata mereka.
Saat
pulang sekolah kemarin dia melihat banyak temannya yang naik angkot dan
ada juga beberapa yang bawa kendaraan sendiri, seperti motor atau
mobil, meski hanya beberapa saja. Tidak seperti di sekolah lamanya di Jakarta,
di mana hamper semua anak kelas tiga dan kelas dua membawa mobil
sendiri, dan hanya segelintir saja yang membaww motor dan naik angkot.
Memang rata-rata murid di SMA Bangkit adalah anak orang kaya dan mereka
pasti berlomba-lomba membawa mobil dengan mer-merk Eropa yang bias
geleng-geleng kepala. Baru sehari sekolah di Yogya, dia bias melihat
bahwa budaya sekolah ini berbeda dengan sekolahnya di Jakarta. Zeva menahan napas dan jantungnya berdetak kencang. Dia menepuk bahu Joey untuk melambatkan laju motornya.
*****
Zeva
melirik Lola,yang hari ini terlihat sangat cantik. Lola sibuk menulis
dan rambutnya yang hitam sebahu nmenjuntai ke meja. Zeva baru sadar
kalau dari tadi dia sedang asyik mengamati penampilan Lola. Tidak lama
kemudian kelas sudah ramai. Zeva mencari-cari sosok Jeoy, tapi cowok
aneh itu terlihat.
Tak
lama kemudian Pipin, teman kelasnya yang lain menghampiri Zeva dan
Dewi. Dua orang itu langsung terlibat pembicaraan yang tak dia mengerti.
Pandangan kembali dia arahkan ke lapangan basket. Bayu sedang asyik
mendribel bola dan sekali loncat, bola orange mulus masuk ke keranjang.
Kemudian Dewi menggingatkan Zeva untuk besok jangan lupa ikutan latihan,
soalnya hari Minggu mereka punya jadwal koor di gereja.
*****
Sudah
bisa dia tebak, begitu sampai di rumah mama pasti marah karena insiden
tadi pagi. Kali ini, dia hanya diam. Dia berusaha tidak menangis seperti
biasa dia lakukan. Zeva mohon pada mama, setelah wanita cantik yang
selalu dia kagumi dalam hati ini menghentikan omelannya. Zeva sedih
karena mama belum juga mau mengerti. Tapi, semuanya harus dia lakukan
pelan-pelan. Zeva kemudian menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.
Matanya terpaku pada computer di atas mejanya. Karena kemarin papa sudah
memasang internet. Zeva segera meloncat dan menarik kursinya, kemudian
menyalakan komputernya.
Kemudian Zeva mengetik accountnya di Yahoo messenger. Kali-kali Lila OL kan
kita jadi bias chatting. Zeva menarik napas dengan kecewa, kemudian dia
terpaku pada satu nama yang menurutnya menarik, Tristan_ozz. Zeva
tersenyum sendiri, dia jadi ingat nama itu yang diperankan Brand Pitt di
film Legend of the Fall. Dengan memejamkan mata, dia mengklik nama itu
dua kali. Dan dia sekarang bingung apa yang harus dia tulis. Akhirnya
Zeva memutuskan untuk mengikuti Lila. Dan mereka akhirnya berkenalan dan
Zeva bias bebas bercanda tanpa rasa takut. Satu menit…Tristan tidak ada
balasan sampai-sampai dia meninggalkan Zeva.Akhirnya mematikan
komputernya dan naik ke tempat tidur.
*****
Akhirnya,
tanpa bias dia membantah, hari ini Pak Ali tetap mengantarkan Zeva ke
sekolah. Joey hanya bias bengong melihat Zeva. Dan kami hanya bias
bercanda dari dari kaca jendela. Setelah Pak Ali pergi, dia ikut motor
Joey ke sekolah. Lucu juga, mereka seperti orang yang lagi pacaran
backstreet. Kemudian sekilas dia menceritakan pemaksaan mama terhadap
Zeva. Joey kaget dengan reaksinya, sepertinya dia tidak menyangka itu
akan terjadi.
Zeva
segera duduk di bangku tanpa memedulikan Joey. Lola dan dua dayangnya,
Ririn dan Reni, hanya bias melihat adegan kami dengan senyum-senyum dan
dia melihat mereka berbisik dan tertawa cekikikan. Dia merasa malu
banget. Tapi saat ini dia bias melihat kalau ternyata Joey serius, dia
tidak membalas celetukan teman-temannya seperti biasanya. Dia masih
melihat Zeva dengan mata yang mengharap iba tapi Zeva tidak tega.
Akhirnya Zeva pun tersenyum juga, tidak mau membuat masalh ini jadi
berlarut-larut dan menimbulkan gossip baru. Akhirnya Zeva udah punya
satu sahabat pengganti Lila di sini. Joey.
Suara
seorang cowok memecah suasana aneh yang barusan terjadi. Seketika semua
mata melirik kearah sumber suara itu. Akhirnya sosok yang dia nantikan
itu dating juga. Kali ini Bayu tepat ada di sampingnya karena memang
Joey masih ada di depan mejanya. Zeva tersenyum dalam hati mendengar
bahasa jawa yang dicampur-campur. Bayu kemudian pamit pada Zeva dan Joey
serta teman-temannya.Lola kemudian berjalan kearah Bayu.
*****
Zeva
kemudian menelepon mamanya kalau ada les tambahan di sekolahnya. Tapi
memanga itulah satu-satunya jalan untuk menjalankan misinya. Zeva
kemudian mengikuti langkah Joey ke lapangan basket. Dia memperhatikan
cowok-cowok yang beraksi di lapangan itu. Ternyata Joey yang konyol itu
jago juga main basket, pantas saja Bayu khusus mengundangnya untuk
bergabung. Saat Zeva menoleh ke samping, dia sedikit terkesiap. Ternyata
Lola dan dayangnya juga ada di sini.
Akhirnya,
latihan basket selesai. Joey menghampiri Zeva dengan tubuh yang basah
dengan keringat. Dia melihat Devo juga menuju kearah kami, maksudnya
kearah Lola tentunya. Zeva tidak mendengar kalau Lola mendengar ajakan
Bayu tadi, biar dia tahu kalau dia nggak bias memiliki semua yang dia
suka. Dia harus sadar juga kalu dia bukan satu-satunya pusat perhatian
di sini.
*****
Zeva
kemudian di marahi lagi oleh mamanya karena dia nggak telepon mama
supaya Pak Ali yang menjemputnya, tapi dia malah diantar oleh Joey. Zeva
kemudian langsung menaiki tangga menuju kamarnya, dan dia tidak
mendengarkan ceramah dari mamanya. Kemudian Zeva menelepon Lila, tapi
dia bilang mending chattingan aja kan dia bias bilang kalau dia lagi ngetik banyak tugas.
Ternyata
Tristan masuk juga dan kemarin dia sombong banget pergi nggak
bilang-bilang. Akhirnya Tristan menjelaskan bahwa kemarin komputernya
error. Dan Zeva pun lega bahwa setiap cowok itu tidak kayak gitu. Selama
dua jam, tanpa dia sadari juga, dia telah banyak mencurahkan isi
hatinya pada Tristan.
Zeva
segera turun ke ruang tengah mencari-cari Kompas terbitan minggu lalu.
Dia tersenyum saata meihat sebuah iklan tentang lomba menulis novel
remaja. Zeva segera berlari ke kamarnya. Setelah memahami
persyaratannya, dia mulai mencari-cari ide untuk novel yang akan dia
tulis. Kemudian dia membuka file komputernya mencari-cari cerpen yang
dia tulis sejak SMP, kali-kali dari sana dia nemuin ide untuk lomba novel ini.
*****
Hari
ini kembali dia naik mobil yang akan mengantarnya ke sekolah. Seperti
biasa, Zeva meminta Pak Ali menurunkan dia agak jauh dari sekolah.
Memang beberapa hari ini Joey tidak lagi menjemputnya setelah kejadian
waktu itu. Zeva tersenyum karena pagi-pagi gini Tristan sudah sms dan
menanyakan gimana novelnya. Tidak lama kemudian, kelas kembali ramai.
Daripada Cuma bengong, dia memutuskan untuk memikirkan ide untuk novel
yang akan dia tulis. Dia mulai mencoret-coret bagian belakang bukunya.
Dalam hati dia gelisah karena Joey sampai sekarang belum dating juga.
Tiba-tiba
sosok Devo dating dan menemui Lola dan mengajaknya untuk ikut dalam
acara pesta ultahnya Vinka. Kemudian disusul Bayu dan menghampiri Zeva
ke tempat duduknya, tapi tak seperti biasanya dia tidak menghampiri
Lola. Dan dia mengajak Zeva untuk menghadiri ultahnya Vinka yang seperti
Devo mengajak Lola. Dan ini kesempatan Zeva untuk bias dekat dengan
Bayu. Zeva merasa ponselnya bergetar dan ternyata sms dari Joey kenapa
pake sms segala padahal dia ka nada di belakang Zeva.Dia ternyata
mengajak Zeva untuk ikut dalam pesta ultah Vinka tapi Zeva menolak
karena Bayu sudah mengajaknya.
*****
Mama
sibuk mendandani Zeva meskipun dia mati-matian nggak mau dandan yang
heboh. Ponselnya kemudian berbunyi ternya Bayu sudah dating. Dia segera
turun setelah sebelumnya dia melirik kearah cermin sekali lagi untuk
melihat penampilannya dan yakin kalau sudah tidak ada yang kurang.
Kemudian mobilnya memasuki sebuah halaman rumah yang cukup mewah. Tanpa
diduga Bayu menggandeng tangannya tepat di depan sana
ada Devo, Lola, dan dua dayangnya. Kemudian dengan tenang dia mengikuti
langkah Bayu. Matanya mencari-cari sosok Joey tapi dia tidak kelihatan.
Selama
di pesta perlakuan Bayu padanya semakin membuatnya tersanjung dan
merasa geer. Perlakuan Bayu semakin membuat Lola patah hati. Zeva bias
melihat saat akhirnya Lola meutuskan pulang duluan, sambil tak lupa
memberikan pandangan yang tidak dia mengerti. Beberapa menit setelah
Lola pulang, Bayu juga langsung mengajak Zeva pulang. Sampai Zeva pulang
dia tidak melihat Joey. Saat di mobil Zeva melihat Bayu tersenyum
sendiri dan Zeva bias melihat matanya tertuju ke mobil depannya yang tak
lain itu adalah Devo dan Lola.Tanpa berkata apa-apa, dia turun dari
mobil Bayu. Zeva langsung lari ke kamarnya.
*****
Zeva
terbangun gara-gara bunyi ponsel yang meraung dekat kuping. Zeva
kemudian melirik jam dindingnya, jam setengah enam pagi. Dia segera
beranjak ke kamar mandi. Setelah sarapan, seperti biasanya, dia diantar
Pak Ali ke sekolah. Saat memasuki halaman sekolah, perasaanya tak
menentu. Dia berusaha tidak melihat ke mana-mana, dia malu kalau dia
harus bertemu Bayu. Tapi memang dia nggak bias menghindar dari sosok
yang bernama Bayu karena saat hendak masuk ke kelas sebuah tangan
menarik tangannya dan dia mendongok. Tak sadar air matanya mengenag. Dia
sedih sekali karana tanpa dia sadari perasaan cemburu itu semakin kuat
dia rasakan sekarang. Yup! Sepertinya dia jatuh cinta sama Bayu. Ya
tuhan, ini sangat menyedihkan.
Kemudian
Zeva berlari ke kelas. Dia menarik nafas lega, kelas masih sepi dan
yang penting Lola belum dating. Dia meletakkan tasnya, kemudian
mencari-cari tisu. Mengeringkan mata dan hidungnya yang basah. Dia tidak
mau Joey melihat wajahnya yang berantakan ini. Akhirnya dia berani
menatap Joey. Saat melihat wajahnya, Joey langsung terdiam. Joey melihat
sekelilingnya, kemudian dia menarik tangannya dan membimbingnya keluar.
Dan saat itu Zeva melihat Bayu sedang berjalan bersama Lola. Dia masih
binggung harus mulai dari mana. Akhirnya dia mengangguk mengiyakan.
Lebih baik dia jujur pada Joey karena dia sahabatnya yang selama ini
sangat baik padanya.
Zeva menarik napas dan menghembuskan kuat-kuat untuk mengeluarkan kesedihannya, sepertinya ada beribu-ribu bola basket di dalam sana
yang semakin bikin sesak dadanya. Dia masih terdiam. Cerita Joey
semakin menyakitkan hatinya. Joy pintar membaca isi hatinya. Dia hanya
bengong dan menggelengkan kepalanya. Akhirnya Zeva tersenyum juga.
Kemarahan Joey sudah menghilang. Dengan kesal Zeva menghujanunya dengan
cubitan dan Joey menjerit minta ampun. Kami berdua pun tertawa bersama.
Dia menarik napas lega. Bayu boleh jadi pahlawan Bina Persada, tapi Joey
adalah phlawan Zeva.
*****
Dia
berusaha menghilangkan bekas air mata dan sembab di wajahnya. Dengan
masih bercanda, sejenak melupakan rasa sakit hatinya pada Bayu, dia dan
Joey masuk ke kelas. Dan semua mata memandang kearah kami. Dengan
perasaan tak menentu dia menuju bangkunya. Dan sepertinya Lola juga
sudah menunggunya. Dia melihat Loa tersenyum simpul, dan dua dayangnya
langsung mendekatinya. Entah apa yang mereka bicarakan. Kemungkinan Lola
udah tahu dengan sandiwara yang dibuat Bayu, atau mungkin Bayu sendiri
sudah menjelaskan kebenaran dari gossip itu dan mungkin tadi pagi dia
sudah ‘melamar’ Lola jadi pacarnya.
Seperti
biasa, Zeva tetap diam. Dia memilih membiarkan Joey yang mengatasi
semuanya seperti janjinya tadi. Akhirnya, suasana terselamatkan saat Bu
Vero masuk ke kelas. Joey mengedipkan matanya dan dia membalaskan dengan
senyum. Dia dan Joey melangkah keluar kelas bersama. Hari ini Joey
kembali latihan basket dan tentunya bersama Bayu. Dia memutuskan untuk
tidak ikut menemani Joey karena dia masih tidak ingin bertemu dengan
Bayu. Dia pun sadar betapa sibuknya dia sekarang. Dan kami bercanda
seperti biasa hingga tak sadar dia menabrak seseorang. Pantas dia marah
karena the botol yang sedang dipegangnya sedikit tumpah ke tangannya
gara-gara Zeva tabrak tadi. Tapi saat akan pergi dia melihat cewek itu
sedikit menyergit melihat Zeva. Entah kenapa? Oh ya, dia tahu pasti
gossip itu yang jadi penyebabnya. Dan setelah dia pergi dia bertanya
pada Joey siapa dia.
Ternyata
namanya Bulan. Zeva pernah dengar kalau ada anak kelas tiga IPA yang
namanya Bulan dan dia pernah pacaran sama Devo, tapi menurut gossip
mereka putus gara-gara Lola. Ternyata yang ini orangnya. Memang serasi
sih kalau jadi pacar Devo, menurutnya. Dan kembali dia berpisah dengan Joey yang menuju ke lapangan basket.
Zeva
tahu apa yang terjadi dan dia siap mendengar kemarahan mama. Tapi
penciuman mama memang tajam, dia menahan napas sambil berdoa dalam hati.
Mama terlihat sangat marah, dan tanpa diduga-duga mama menyambar mouse
komputernya dan….semuanya hilang. Dia berusaha sekuat tenaga menahan air
matanya. Tapi setelah mama keluar, bendungan itu jebol juga. Dia
kemudian menyambar ponselnya, kemudian memencet nomor yang sudah dia
hafal luar kepala yaitu Joey.
*****
Hari
ini dia kembali melihat Bayu berjalan bersama Lola. Dia pura-pura tidak
melihat pemandangan itu. Joey sepertinya tahu dan dia berusaha melucu
agar tertawa dan di saat itu juga dia bias melihat Bayu menatapnya,
sepertinya ada sesuatu yang ingin ia katakana, tapi dia tidak tahu apa
itu. Joey kemudian berseru memberi ucapan selamat kepada Bayu. Zeva
hanya diam. Wajahnya memanas, dia merasa aneh, dia seperti mengalami de
ja vu, bukankah di kelas ini pernah ada kejadian seperti ini. Dan Zeva
harus siap kalau si sombong Lola akan membeberkan semua rahasianya kalau
dia hanya dijadikan alat oleh Bayu agar memancing rasa cemburunya, dan
akhirnya membuat mereka jadian, bahwa sebenarnya tidak ada konspirasi
dua sahabat di antara kami. Kami kemudian menuju aula sekolah untuk
latihan paduan suara. Kemudian Joey meninggalkan dia di depan aula
sekolah, dia lagi kebelet pipis. Zeva tertegun mendengar suara itu.
Ternyata dia adalah Bayu. Dia kemudian senyum pada Bayu. Tanpa ekspresi
kemudian Bayu beranjak meninggalkan Zeva. Air mata akhirnya mengalir,
dia masih ingat saat di pesta Vinka, malam di saat dia jatuh cinta sama
Bayu.
*****
Dia
tidak selera melihat rending daging kesukaannya. Hari ini dia memang
tidak punya selera makan. Dia segera naik naik menuju ke kamarnya. Saat
hendak membuka pintu kamar, Mama menhampirinya. Di tangan mama dia
melihat sebuah gaun putih cantik. Dia tertegun. Mama bilang nanti malam
ada pesta ulang tahun pernikahan di rumah temannya. Hari ini Zeva
terlihat cantik dan dia sadar kalau dirinya itu cantik. Begitu juga mama
dan papa yang terus memujinya malam ini.
Mobil
papa memasuki sebuah halaman rumah yang cukup besar dan disana sudah
ada beberapa mobil. Dia mengikuti langkah papa dan mama. Di depan pintu
dia melihat seorang pria seumuran papa tersenyum lebar kearah kami dan
di sampingnya berdiri seorang wanita anggun yang juga tersenyum kearah
kami. Kami pun tiba ditempat acaranya, tepatnya dipinggir sebuah kolam
renang yang dibuat seindah mungkin dengan puluhan lilin mengambang di
kolam renang yang membuat suasananya romantis banget, dan ditepi kolam
sebuah band sedang mengalun lagu The way we were yang jazzy banget itu.
Dia
melihat papa dan mama asyik berbincang dengan pasangan tuan rumah itu.
Dan dia hanya terbengong sendiri. Kemudian dia melihat wanita anggun itu
tersenyum manis. Wanita anggun itu bernama tante Vivi yang sedang
mencari-cari seseorang. Dia mengikuti arah pandang tante Vivi dan
duuarr!!!! Ternyata Devo anak tante Vivi. Dan dia harus bertemu dengan
cowok sombong itu di tempat ini. Dia berusaha menyembunyikan wajahnya,
sekali lihat dia tahu sosok cakep itu adalah Devo. Cowok sombong yang
juga suka sama Lola. Dan sekarang cowok itu sudah ada dihadapannya.
Tante
Vivi menyikut Devo yang hanya diam saja melihatnya. Pasti dia tidak
menyangka akan bertemu Zeva disini. Dengan agak ragu, Zeva mengulurkan
tangannya pada Devo. Seorang Devo, yang sombong itu, yang biasanya
menciptakan kerajaan kecilnya sendiri bersama sang ratu Lola, tersenyum
padanya. Dasar ibu-ibu, setelah melihat Zeva dan Devo saling perkenalan,
mereka meningglkan kami sendirian. Seperti layaknya di film-film, kalau
kedua ortu sengaja memperkenalkan kedua anak mereka pasti mereka punya
niat yang sama di kepala mereka. PERJODOHAN!
*****
Kemudian
Zeva masuk kelas dan ternyata Joey sudah dating. Tiba-tiba ada suara
yang memanggil namanya dan dia segera menengok. Ternyata si Devo dan dia
langsung menghampirinya. Pada hari ini dia tidak menghampiri Lola
tetapi Zeva. Kemudian Joey kaget karena Zeva itu kenal sama Devo.
Bel
pulang berbunyi dan Devo mengajak Zeva pulang dengan menaiki hondanya
yang sangat besar dan tidak seperti motornya Joey yang cukup sederhana.
Ternyata sudah sampai di depan rumah dan darimana Devo tahu kalau itu
rumahnya.
*****
Keesokan
harinya Joey mengajak Zeva untuk menonton ke bioskop yang tak lain
adalah film kesukaannya Lila. Dan bintang tamunya adalah orang yang
memainkan film itu. Kemudian Zeva pulang tapi mama sudah marah dan Zeva
tidak boleh keluar lagi dari rumahnya kecuali sekolah. Dan Zeva punya
akal untuk menonton film tersebut yaitu lewat pintu belakang dan diruang
tamu ada tante-tantenya yang sangat cerewet jadi Zeva bias keluar
dengan mudah. Dan Joey sudah menjemputnya di depan.
Kemudian
kami menuju ke bioskop dan untungnya film belum diputar. Sebelum film
diputar ada acara bertemu dengan para bintang tamu dan boleh juga mereka
minta tanda tangan atau jabat tangan. Kemudian ponselnya berbunyi dan
ternyata Tristan. Tiatan kemudian berbicara kalau dia ada di situ.
Setelah itu Joey menarik tanganya dan menyuruh masuk kedalam. Setelah
film selesai Tristan menelepon kembali dan ngajak ketemu di ruang
tunggu. Ternyata Tristan adalah artis yang menghadiri film tersebut.
Setelah itu Joey mengajak Zeva ke Mc Donald dan kami makan bersama
tetapi Zeva lupa kalau dia tidak menghubungi mamanya segera dia pulang.
Sampai dirumah, untungnya mama tidak melihat dan dia langsung
kekamarnya.
Pagi
yang cerah dia berangkat sekolah dan tak lain dia harus diantar Pak
Ali. Kemudian dia segera menuju ke kelasnya dan kelas sangat ramai
karena meraka sedang bercerita tentang hal yang kemarin.
*****
Kemudian
mama menyuruh Zeva kalau nanti malam ada acara perpisahan di rumah
Devo. Kemudian dia melihat disana ternyata ada sosok Bulan. Dan mereka
terlihat sangat sedih. Kemudian Zeva menghampiri Devo dan Bulan ternyata
sudah pulang.
Hari
ini adalah pertandingan antara Bina Persada dan SMA 3. Suasana menjadi
sangat ramai dan sementara kami berada di kubu sebelah kanan dan lawan
berada di kubu kiri. Pertandingan dimulai. Bayu, Joey, Dion, Rian, dan
Steve berjuang keras melawan kelincahan dan kehebatan anak-anak SMA 3.
Kami melihat kubu lawan ternyata ada yang cakep juga.
Pertandingan
yang seru itu akhirnya ditutup dengan kemenangan BP dengan angkan
tipis. Kami semua bersorak dan di tengah lapangan dia melihat Joey
diarak teman-temannya karena kali ini Joey adalah kunci kemenangan BP.
Bayu segera meninggalkan lapangan dan menghampiri Zeva. Dewi jahil. Zeva
hanya tertawa kecil dengan hati yang berbunga-bunga. Dia bias melihat
Lola yang kecewa karena Bayu lebih memilih menghampiri Zeva. Kemudian
Zeva berlari kearah lapangan dan menghampiri Joey. Besok lomba paduan
suara Natal, dan Joey adalah kunci buat suara tenor. Hmm…Joey emang hebat. And he’s my very bestfriend.
*****
Lomba paduan suara menyambut Natal
diikuti 12 SMA di Yogya. Lomba ini diadakan di gedung kesenian SWARA.
Zeva, Dewi, Pipin, dan Joey dating bersama. Papa dan mama ikut menonton.
Dia senang. SMA kami mendapat urutan ke-5. dia mulai deg-degan. Ini
adalah penampilan pertamanya di depan banyak orang. Meskipun bernyanyi
bersama 11 orang yang lain, penampilan kali ini membuat dia gugup bukan
main. Joey terus menghibur Zeva. Bayu tersenyum dan memberi tanda kalau
dia akan berasa di antara penonton.
Lagu
I will follow Him dan All I Want for Christmas mambahana dalam gedung
SWARA. Penonton bertepuk tangan meriah saat kami mulai turun panggung.
Dia lega. Papa dan mama menghampiri dia di belakang panggung, memeluk
dan menciumnya. Dia memperkenalkan Joey pada papa dan mama. Kami semua
tertawa. Dan dia bisa menangkap bayangan Bayu di belakang papa dan mama,
sedang mengacungkan jempolnya.
Senandung Malam Kudus sangat mendamaikan hati. Keluarganya dan keluarga Bayu ke gereja malam Natal
bersama. Tante Diana mengajak makan malam dirumahnya. Setelah selesai
makan malam, Bayu mengajaknya ke taman di samping rumahnya. Hujan
gerimis membuat malam Natal semakin dingin. Dia terpengarah. Bayu nyatain cintanyakah??? Dia masih bertanya-tanya bego dalam hati. Tapi artinya itu kan…??? Bayu ingin jadi pacarnya kan
??? Dia bingung sendiri. Dia mengangguk cepat dan tersenyum dan tanpa
dia sadari bibir Bayu sudah menempel di keningnya. Ya Tuhan, terima
kasih untuk kado yang indah ini, jertnya dalam hati. Dia tertawa
mendengar kata-kata Bayu. Bayu pun ikut tertawa. Sampai akhirnya ortu
kami mengajak kami masuk ke dalam.
*****
Satu bulan kemudian…
Dia
tergesa-gesa menuruni tangga dan mengambil Kompas yang baru datang.
Hari ini ada pengumuman pemenang lomba Novel Remaja. Segera dia
balik-balik Koran papa itu. Matanya menangkap tulisan besar di sana: Pengumuman Pemenang Lomba Novel Remaja. Dia meneliti satu-satu nama 10 orang yang tertera di sana.
Satu kali, dua kali, sampai sepuluh kali dia akhirnya sadar namanya
tidak ada. Tentu saja dia kecewa berat. Dia melangkah lunglai ke
kamarnya. Dan ponselnya berbunyi. Ternyata Bayu dan suara dia malah
membuatnya pengen nangis. Dan dia menutup teleponya dari Bayu dan nggak
lama kemudian poselnya itu kembali berbunyi. Tristan!!! Ingat Zeva,
apapun yang terjadi tetaplah bersyukur. Mungkin ini bukan waktunya kamu
menang, tetapi tetap belajar dan belajar dan suatu saat nanti kamu pasti
jadi pemenang. Setelah telepon dari Tristan, dua sms masuk dari Lila
dan Joey. Mereka semuanya menanyakan tentang novelnya. Huuuaaaa………dia
kembali merasa sedih. Sebel!
*****
Keeesokan
harinya Zeva, Bayu, dan Joey menjemput Tristan di hotel. Kami berempat
menghabiskan waktu di Yogya. Makan Gudeg dank e Malioboro. Betapa
bahagiannya dia saat ini berada diantara tiga cowok yang berarti dalam
kehidupannya yang baru.
Dia
semakin yakin dan sadar bahwa ternyata Tuhan punya rencana yang indah
dalam setiap kehidupan kita. Sifatnya yang penakut dan pemalu lama-lama
terkikis saat dia harus pindah bersama papa dan mama ke Yogya. Di kota Gudeg ini, dia menemukan kehidupan yang baru, kehiduan yang menyenangkan yang sebelumnya dia kira sebuah bencana baru.
Setelah
kembali mengantar Tristan dan Joey. Bayu mengantar Zeva pulang. Belum
juga turun dari mobil Bayu, mama menghampiri kami dengan wajah
sumringah. Mama mengacungkan sebuah amplop putih kepada Zeva. Dia segera
mengambilnya. Bayu terlihat penasaran. Setelah membukanya, matanya
terbelalak…
Novel Anda yang berjudul Senyumku masuk dalam kategori penulis bebakat dan akan diterbitkan…
Dia
segera menjerit kegirangan, mama segera merangkul dan mencium Zeva.
Tidak terasa air mata menetes. Air mata bahagia. Seperti judul novelnya.
Ini senyumnya, senyum kebahagiaan….
wah aku nggak bakal bosan sama novel satu ini .walaupun udah baca lebih dari sepuluh kali hhhh. coba aja.
kalo di buat film pasti banyak yang suka.
Sinopsis Novel Refrain
Judul : Refrain
Pengarang : Winna Effendi
Penerbit : Gagasmedia
Nata
dan Niki adalah dua orang sahabat yang selalu bersama-sama menatap bintang di
atas trampolin dan itu hampir menjadi rutinitas. Setiap Niki bertanya tentang
siapa yang lebih dulu jatuh cinta di antara mereka berdua, Nata selalu menjawab
“kamu”. Di sekolah Niki dan Nata
mempunyai sahabat yang bernama Annalise (Anna) pindahan dari New York. Anna
merupakan anak tunggal dari model terkenal Vidia Rossa. Mereka bertiga menjadi
sahabat erat. Ternyata Anna menaruh rasa sayang kepada Nata. Di sisi lain Nata
pun merasakan ada yang berubah dari diri seorang Niki.
Suatu
hari Niki diajak berkenalan oleh kapten basket dari lawan SMA nya. Oliver anak
terkenal dari SMA Pelita. Niki pun menjadi gugup ketika suatu hari Oliver
mengajaknya jalan-jalan dan menyatakan rasa cintanya pada NiKi. Seketika itu
Niki merasa betapa senangnya mempunyai pacar dan langsung menceritakan kepada
Nata dan Anna. Nata terkejut dan mengatakan bahwa Oliver tidak pantas menjadi
pacar Niki. Nata berkata dalam hatinya bahwa dia yang lebih dulu jatuh cinta.
Anna
mengajak Nata dan Niki ke rumahnya untuk memilih koleksi-koleksi fotonya. Niki
menemukan kumpulan foto-foto Nata yang secara diam-diam disimpan oleh Anna. Nata
memberanikan diri bertanya tentang foto itu. Anna pun mengatakan bahwa dia
sayang kepada Nata. Anna lalu cepat mengatakan bahwa tidak perlu ada jawaban
dari Nata karena ia sudah tahu jawabannya. Nata menjadi lega dan berkata bahwa
ini baru pertama kalinya ada cewek yang menyatakan langsung perasaaannya
kepadanya.
Suatu
hari Niki masuk ke kamar Nata dan secara tidak sengaja membaca lagu-lagu
ciptaan Nata, tapi ada hal yang membuatnya lemas ketika ia membaca tulisan
tentang perasaan Nata kepadanya . Nata mengetahuinya dan Niki ingin
meninggalkan ruang itu, tapi ditahan oleh Nata yang meraih tangannya dan
berkata dalam suara rendah, “gue sayang lo, Nik”. Niki tidak menjawab dan langsung
pergi . Saat itu Nata merasa dia sudah kehilangan sesuatu yang penting dalam
hidupnya. Persahabatan Nata dan Niki menjadi renggang.
Suatu
ketika sepulang sekolah Nata berusaha mendekati Niki, ingin mengatakan sesuatu
tentang perasaannya dan Nata juga mengatakan bahwa ia tidak ingin merusak
persabatannya apalagi hubungan niki dengan Oliver . Nata hanya ingin Niki tidak
menjauh darinya. Niki akhirnya berani berkata bahwa dia tetap menggap Nata sebagai sahabat dan minta maaf kalau ia tidak
menerima perasaan Nata. Kadang Niki merasa kangen kepada Anna dan Nata, ia
hanya bisa mengintip dari rumahnya ketika Nata bercanda ria bersama Anna di
trampolin. Tempat khusus dirinya bersama Nata.
SMA
Pelita akan mengadakan pesta, Niki akan menjadi pasangan Oliver. Namun , Niki terkejut
dan marah ketika melihat Oliver berpasangan dengan Helena. Helena sudah
merencanakan semua itu karena ia iri kepada Niki. Helena berhasil menipu Oliver
dengan mengatakan bahwa ia akan mempertemukannya dengan Shasa. Oliver tega
melakukan semua itu karena sangat mencintai Shasa.
Niki
terkaget ketika Nata mengajaknya pulang dari tempat pesta itu. Sahabatnya
datang menyelamatkannya. Nata datang tanpa sepengetahuan Niki dan diberitahu
oleh Oliver bahwa ia harus menjemput Niki. Oliver sebenarnya tidak tega
melakukan itu. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengobrol di trampolin.
Mereka berdua kembali berbaikan.
Kelulusan
akan segera tiba. Annalise memutuskan untuk kuliah, sementara Niki masih
bingung. Nata tidak sanggup meninggalkan Niki, padahal ia sudah diterima
sekolah di luar negeri. Danny tahu apa yang terjadi pada adiknya. Ia pun
menasehati agar Nata mau sekolah dan tidak perlu khawatir terhadap Niki. Malamnya
Nata dan Niki memutuskan untuk menghabiskan malam di atas trampolin sambil
mengingat masa-masa kecilnya dulu hingga mereka berdua tertidur di atas
trampolin itu. Setelah terbangun , mereka memperhatikan dua planet bersinar
pagi itu, berdekatan seperti dua sahabat. Akhirnya perpisahan itu terjadi, Nata
akan pergi untuk waktu yang lama. Nata
mengecup kening Niki dengan lembut, membekaskan seluruh rasa cintanya pada
gadis itu. Mereka berdua menangis dan
Nata berkata dalam hati “Gue akan segera pulang dan,saat itu,gue gak akan
melepaskan lo lagi”.
Setelah
hampir lima tahun Nata dan Niki berpisah. Sampai suatu hari Nata pulang dan
memutuskan untuk mampir ke sekolah lamanya.
Teriakan seorang guru perempuan membuat Nata ingin mencari asal suara
itu. Hati Nata berdesir,terpaku dan tidak mampu bergerak ketika menemukan asal
suara itu. Mereka berdua saling menatap, perempuan itu seperti ingin
berseru,tapi justru hanya berbisik. Tidak ada yang berubah. Mereka masih saling
memiliki;dulu,sekarang,dan selamanya. novel satu ini baru aku baca , novel ini keluarnya udah lama .tapi baru difilm kemarin ya,,,,,
FIRST LOVE FOREVER LOVE
Resensi: Noviane Asmara
Detail Buku :
Penulis : Shu Yi
Penerjemah : Pangseti Bernardus
Penyunting : M. Sidik Nugraha
ISBN : 978-979-024-205-0
Ukuran : 13 x 20,5 cm
Tebal : 545 Halaman
Cover : Soft Cover
Penerbit : Serambi
Terbit : Februari 2010
Tubuhmu berada di satu tempat, tetapi hatimu berada ditempat lain ( hal 544 )
Kalimat singkat yang berada di penghujung cerita itu sempat membuat aku terlonjak dan merasa ditampar, bagaimana tidak? Karena kalimat itu mempunyai sejuta makna dah kenangan buat aku pribadi.
Apa artinya hidup ini tanpa bisa berada disisi seseorang yang kita cintai. Seseorang yang ingin dilihat saat bahagia dan menjadi tempat melampiaskan amarah saat sedih dan terluka. Aku akan hidup seperti zombie.
Zhao Mei mengalami itu semua. Cintanya yang mendalam untuk Sun Jiayu,malah mengakibatkan ia kehilangan kekasihnya itu. Kekuatan cinta memang luar biasa, cinta mampu membuat seseorang wanita menjadi Superwomen. Walau kadang kekuatan itu tidak dibarengi ketenangan dan kecerdikan. Pikiran seakan telah tertutup dengan cinta. ,“Love is Blind “.
Zhao Mei hanyalah seorang gadis lugu yang sedang belajar musik. Perkenalannya dengan Sun Jiayu terjadi tanpa sengaja. Sun Jiayu semula adalah kekasih sahabat juga teman serumahnya, Peng Weiwei. Namun cinta Peng Weiwei malah membuat hubungannya dengan Sun Jiayu menjadi tidak harmonis dan berakhir dengan perpisahan.
Siapa yang bisa mengira jika lelaki yang diidam-idamkan selama ini adalah Sun Jiayu, seorang pedagang besar yang telah membuat sahabatnya di negara asing, bertemu dengan teman senegara justru membuat mereka makin dekat, hingga tanpa disadari Mei dan Jiayu saling menyukai. Sekuat apapun Mei berusaha melawan pesona Sun Jiayu, namun terlalu kuat untuk diabaikan.
Selalu saja ada orang yang mengambil kesempatan disaat orang kesusahan, tidak perduli orang itu sudah dianggap sahabatnya sendiri. Justru setelah sepanjang saat menolong banyak orang, disaat Jiayu membutuhkan pertolongan, hanya sedikit yang bersedia membantunya
Kepolosan dan kenaifan Mei sering kali tanpa ia sadari membuat Jiayu terkena masalah.Namun walau bagaimanapun, Jiayu tetap memuja Mei. Hingga akhir hayatnya, Jiayu tetap menganggap Mei adalah "perempuanku"
Kisah dibuku ini ditutup dengan sangat manis dan sangat menyentuh oleh sebuah puisi cinta. Ijinkan aku mengutip penggalan dari puisinya yang begitu dalam .
Apalah artinya namaku bagimu? Nama itu tak berjiwa
Dia akan menghilang, seperti raungan kecil
Dari gelombang yang menghantam tepian di kejauhan
Seperti suara riuh malam di hutan lebat!...
Penulisan Novel ini mengingatkanku pada Novel Cinta yang aku tulis tahun 2002 lalu, yang aku ikut sertakan dalam lomba penulisan Novel Cinta tahun 2009, walaupun sedih novelku tidak memenangkan lomba jadi teringat temanku, Truly, yang berjuang keras menjadi Editor untuk Novelku itu, dimana dalam setiap babnya, selalu dibuka oleh sebuah puisi cinta yang syarat dengan makna dan tentunnya romantis seperti dalam Novel First Love Forever Love ini.
covernya cukup menarik tapi kurang sendu untuk isinya,hhhh
Sinopsis novel "Waktu Aku Sama Mika"...
Penulis: Indi
Ukuran: 11 x 18 cm
Penerbit: Homerian Pustaka
Hal:145 + v
Buku ini berisi coretan-coretan dari seorang gadis bernama Indi. Indi terlahir sebagai gadis yang “special” karena mengalami cacat tulang belakang. Untuk bisa berdiri tegak, maka dokter pun memasang penyangga di punggungnya sampai sebatas leher. Hal tersebut yang membuat seorang Indi menjadi pribadi yang pasif.
Di suatu hari saat berkunjung di rumah pamannya, Indi bertemu dengan seorang pria yang bernama Mika. Mika pada awalnya terlihat seperti pria-pria muda yang pada umumnya. Tapi setelah pertemuan-pertemuan berikutnya, Indi merasa bahwa Mika bukan pria biasa, tapi pria yang “luar biasa”. Mika yang menderita penyakit AIDS, memiliki motivasi yang hebat untuk tetap hidup dan mampu mengalirkannya pada orang lain termasuk, Indi. Tanpa pamrih, motivator yang baik, dan penuh keajaiban membuat seorang Indi akhirnya jatuh cinta pada Mika.
“Mika ajarkan aku tentang cinta tanpa syarat
Cinta tidak perlu berbalas. Tidak perlu pamrih.
Kalian mau tahu buktinya??
Mika selalu bilang. Dia sayang sekali sama aku.
Tapi Mika tidak pernah tanya, aku sayang dia atau tidak
(Tanpa Syarat, hal:65)
Cinta tidak perlu berbalas. Tidak perlu pamrih.
Kalian mau tahu buktinya??
Mika selalu bilang. Dia sayang sekali sama aku.
Tapi Mika tidak pernah tanya, aku sayang dia atau tidak
(Tanpa Syarat, hal:65)
Hari demi hari dilalui oleh mereka berdua, sampai pada suatu cerita Mika harus pergi karena Kematian. Kemudian, terciptalah coretan-coretan yang dituliskan oleh Indi sebagai wujud pergolakan hati dan pikirannya mengenai arti kehilangan terhadap seseorang Mika.
Indi dengan polosnya bercerita kepada Tuhan betapa Ia membutuhkan Mika. Bukan hanya sebagai status seorang kekasih, melainkan sebagai orang yang mampu memotivasinya untuk tetap maju.
Tuhan itu hebat.
Tuhan bisa lakukan apa saja.
Tuhan miliki Mika
Tuhan juga miliki yang lainnya.
Semuanya….
Tapi aku tidak hebat..
Aku bahkan tidak bisa berlari…
Aku hanya miliki sedikit…
Hanya Mika..
Apakah Tuhan tahu??
Aku lebih membutuhkan Mika daripada Tuhan..
Apakah Tuhan tahu??
(Apakah Tuhan tahu, 107-108)
Tuhan bisa lakukan apa saja.
Tuhan miliki Mika
Tuhan juga miliki yang lainnya.
Semuanya….
Tapi aku tidak hebat..
Aku bahkan tidak bisa berlari…
Aku hanya miliki sedikit…
Hanya Mika..
Apakah Tuhan tahu??
Aku lebih membutuhkan Mika daripada Tuhan..
Apakah Tuhan tahu??
(Apakah Tuhan tahu, 107-108)
Tapi, hidup adalah untuk terus dilanjutkan, bukan untuk diratapi. Karena hidup hanya sekali dan suatu saat akan bertemu dengan kematian. Indi pun tetap berjuang demi kesembuhannya tanpa melupakan Mika. Pahlawannya. Bahkan di akhir cerita, Indi masih menyimpan nama Mika di sudut hatinya yang lain meskipun telah ada seorang pria yang telah menempati hatinya di sudut lain.
Anda bisa mencintai laki-laki lain, tanpa harus “mengabaikan” seseorang..
Karena Anda masih memiliki ruang yang luas di hati untuk mencintai.
nangis deh kalo baca ni diarynya indi . apalagi filmnya wah bikin mata sembab. untuk baca ni diary aku sampe rela pinjam sama temenku soalnya udah nggak kebagian .


karya kamu dong....
BalasHapusmasih belum pede mau post insyaallah next
Hapusterimakasih kunjungannya hehe