hem ngomong ngomong soal novel ini dia beberapa sinopsis novel yang aku sukai. Memang ceritanya itu bagus banget hhhhhh .lebay sedikit bolehlah. hhhh ups ketawa mulu , yuk simak dan baca ya

Senyum untuk Zevanya


Senyum untuk Zevanya
Zeva baru saja menginjak kakinya di bandara Adi Sucpto. Yup! Zeva sekarang memang berada di Yogyakarta. Dengan langkah berat, dia mengikuti langkah papa dan mama yang berjalan di depannya. Dia merasa asing di tempat ini, tapi apa boleh buat, sebagai anak dia harus mengikuti ke mana orangtuanya pergi.
Dia benci dengan rencana papa untuk membuka perusahaan property di kota ini, dia benci kenapa papa harus menjadi seorang arsitektur andal lulusan Jerman, dia benci kenapa papa tidak terus bekerja di Jakarta saja, dan dia benci karena harus pindah ke kota ini. Sekarang langkahnya semakin melambat, sepertinya ia ingin berlari kembali ke dalam, menaiki pesawat yang membawanya ke Jakarta, kembali bertemu dengan Lila, sahabatnya. Seharusnya dia dan Lila sekarang sedang bersenang-senang menikmati liburan kenaikan kelas. Tapi gara-gara papa, dia harus ke kota ini dan harus pindah sekolah, yang berarti kehilangan Lila.
Semua yang terjadi padanya menjadi pribadi yang freak, aneh, dan takut dengan orang lain. Dia paling sulit masuk dalam sebuah lingkungan baru, dia juga tidak pandai bergaul. Untungnya dia masih punya sahabat yang bai, dialah Lila. Selama ini, hanya Lila ynag menurutnya paling bias mengerti dia. Di kota ini, pasti akan sulit menemukan sahabat seperti Lila. Dia kembali nelangsa.
Dia segera menyeka pipinya yang basah, lalu masuk ke dalam lobil om Pram yaitu teman bisnis papa. Dia kemudian membuang pandangannya ke jalanan, memperhatikan setiap kendaraan yang ada di luar kendaraan. Dia juga menjerit dalam hati saat sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi menyalip sebuah bis kota yang mengeluarkan asap hitam. Yogyakarta memang tidak sepadat Jakarta. Meskipun begitu, dia sudah terbiasa dengan kota besar itu.
*****
Zeva memilih menghabiskan liburannya dengan terus berada di rumah. Dia tidak mau diajak mama dan papa ke rumah teman-temannya. Huh, membosankan! Karena sifat mama itu, dia ingin sekali punya saudara lain, dan bukan menjadi anak tunggal. Paling tidak, sifat keras mama itu bukan hanya ditunjukkan untuknya seorang. Tetapi sampai sekarang, di usianya yanga hamper 17 ini, dia tidak pernah mendapatkan seorang adik. Dulu, setiap dia merengek minta seorang adik, mama pasti akan berkata bahwa permintaan itu belum dikabulkan Tuhan. Lama-lama dia lupa dengan permintaaan itu.
Dia mendengar suara ramai di bawah, bahwa papa dan mama dating bersama rombongan lagi, pikirnya. Dengan enggan dia keluar dari kamar, berusaha tersenyum sebelum bertemu dengan teman-teman orang tuanya, dan itu sudah biasa dia lakukan.
Denagn senyum yang tersungging di bibir, dia menatap satu per satu tamu papa dan mama, tetapi ada satu orang yang lain di antara mereka. Tatapannya berhenti pada satu sosok yang hmmm….cakep, menurutnya. Cowok itu kemudian menatapnya. Ternyata, Tante Diana adalah tetangga kami sepuluh tahun lalu waktu di Jakarta, Bayu yang dia ingat adalah cowok nakal yang menyebalkan saat itu. Bayu sering mengejeknya dengan satu kata yang sampai sekarang membuatnya memusuhinya.
Mungkin karena melihat dia hanya bersikap seperti patung dan sama sekali tidak bias diajak ngobrol, Bayu pun mulai memperlihatkan rasa bosannya saat berada di sisinya. Dia malah asyik membolak-balikan majalah otomatif papa dan bersikap cuek padanya. Karena bosan dari tadi terus mengheningkan cipta, akhirnya Bayu memilih ikut bergabung dengan kelompok para orangtua, dan dia hanya memandanga pasrah sambil menyumpahi ketololannya. Tapi ketika hendak pulang, perkataan Bayu sempat sedikit menghibur hatinya”Besok ketemu di sekolah ya….”
*****
Hatinya berdebar kencang. Ini hari pertamanya di SMA Bina Persada. Dengan perasan yang tidak menentu, dia mengalah memasuki halaman sekolah. Dan beberapa anak cowok yang asyik bermain basket di lapangan. Dia berusahamencari ruangan kepala sekolah. Dia menebarkan pandangannya ke setiapruanga, tetapi dia belum menemukan ruangan yang bertuliskan ruangan kepala sekolah. Dia seperti alien di tempat ini. Baru saja hendak berbalik, tiba-tiba…..uppsss!!! seseorang menabraknya, lebih tepatnya dia yang menabrak orang itu.
Dia terkesiap saat seoranga cowok sudah berada tepat dihadapannya. Dia tersenyum konyol padanya, kemudian mengambil sesuatu di kakinya. Dia kembali terkesiap saat Zeva melihat sebuah boala orange tepat berada dekat kakinya. Kemudian, Zeva melihat dia melemparkan bola kearah teman-temannya dan kembali menuju kearah Zeva. Kami kemudian berhenti di depan sebuah ruangan. Kemudian, cowok itu menyuruhku masuk zeva kemudian segera mengangguk, dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepadanya.
Setelah bertemu dkepala sekolah dan berbicara sebentar, akhirnya dia dibawa menuju kelas IIC. Hatinya kembali berdebar. Dia bias mendengar suara riuh dari masing-masing kelas yang dia lewati. Ini hari pertama di sekolah, kehebohan seperti ini sering terjadi. Ketika pak kepala sekolah masuk, ruangan yang tadinya riuh tiba-tiba saja hening. Semua mata memandang kearah kami dan dia melihat beberaa anak berbisik sambil melihat kearah kami. Belum selesai pak kepala sekolah berbicara, kelas kembali riuh. Dia menahan nafas, siap mendengar celetukan dari salah satu diantara meraka.
Akhirnya, dia disuruh duduk disebelah cewek. Dia tersenyum padanya, sebelum dia menarik kursi di sampingnya. Cewek yang cantik, pikirnya dalam hati. Setelah dia duduk, pak kepala sekolah segera keluar dari kelas ini. Dan kelas kembali riuh. Dia hanya duduk terdiam di kursinya, sedangkan cewek disebelah dia mulai asyik mengobrol dengan beberapa cewek yang duduk dekat dengan kami. Sebagai anak baru, dia memang tidak bias menjadi pusat perhatian.
Dia segera menoleh dan dia mendapati tampang yang tadi selalu nyeletuk saat Zeva memperkenalkan diri, tapi bukankah cowok konyol ini cowok yang sama yang mengantar dia keruang kepala sekolah. Sampai akhirnya Bu Widya, wali kelas IIC yang baru, masuk, hanya satu orang yang mengajaknya berkenalan yaitu si Joyo a.k.a Joey.
*****
Istirahat tiba. Seluruh kelas berhamburan keluar, sepertinya mereka sudah tidak tahan untuk kembali menceritakan pengalaman liburan mereka. Pada jam pertama tadi belum ada pelajaran, Bu Widya hanya memberikan gambaran tentang pelajaran yang nanti akan dipegangnya dan juga memberikan jadwal pelajaran lain.
Zeva tidak beranjak dari kursinya karena memang dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Tak ada seorang pun menghampirinya dia semakin merasa sedih dan dia kembali membayangkan bagaimana seandainya sekarang Lila ada bersamanya.Semalam dia menelepon Lila hamper satu jam, dia menceritakan ketakutannya untuk masuk ke lingkungan baru dan Lila berulang kali membesarkan hatinya, dengan mengatakan dia pasti bias survive di sekolah yang baru.
Zeva menoleh pada si empunya suara. Cewek itu menatapku sambil tersenyum. Zeva menggeleng. Tak lama kemudian, cewek itu berlalu. Dia mengutuk sikapnya barusan.
Dari dalam kelas, lewat kaca jendela, dia bisa melihat Bayu. Zeva tersenyum. Dia ingin sekali menyapanya, tapi belum ada keberanian, apalagi dengan situasi yang asing di sekelilingnya ini.padahal saat ketemu, dua hari yang lalu di rumah, dia sudah berjanji akan mencari Zeva di sekolah. Tapi mungkin dia sekarang telah berubah pikiran. Mungkin janjinya kemarin itu hanya basa basi.
Zeva membuka buku tulisnya yang masih kosong dan dia mulai mencorat coret kertas putih itu sekedar untuk menghilankan rasa sedih dan sepinya. Dia tersentak kaget mendengar suara itu. Dia ingat cowok itu yang tadi pagi dia tabrak. Cowok itu kemudian menanyakan”Dimana Lola???” tapi Zeva tidak tahu dia siapa. Jadi, wajar kalau Zeva belum tahu nama seisi kelas ini. Selain Joey tentunya. Tapi mungkin Zeva yang keterlaluan, nama teman sebangku pun dia tak tahu.
*****
Akhirnya, secara tak segaja, dia tahu juga nama teman sebangkunya. Dia Lola. Seperti nama tokoh khayalan dalam cerpen yang dia tulis. Lola yng ini memang seerti real living-nya Lola dalam cerpennya. Dia cantik, berambut panjang, lurus sebahu, bertubuh ideal sehingga pantaslah jika dia dicari cowok cakep tadi.
Sebuah suara menyambar dari belakang. Lola terdiam sebentar. Zeva mendengar dua cewek dibelakangnya cekikikan kegenitan. Pasti Devo itu tergila-gila banget sama Lola, dan kedua cewek itu adalah dayang-dayang Lola yang selalu ikut gembira melihat tuan putrinya ditaksir pangeran cakep, tebak Zeva dalam hati. Pemandangan dan cerita yang biasa, pikirnya lagi.
Siang ini kembali belum ada pelajaran. Maklum, kegiatan persekolahan di hari-hari pertama setelah liburan memang belum aktif. Zeva hanya menjadi pendengar saat ketiga cewek disebelahnya asyik bergosip tentang Devo si cowok cakep dan sombong itu, dan sekali-sekali dia mendengar nama lain disebutkan dalam obrolan mereka, yaitu Bayu.
Semua cowok didalam kelas ini berkumpul di belakang, dan beberapa cewek lain membentuk kelompok-kelompok kecil untuk bergosip. Dan dia merasa kembali terasa terasing. Dia mendengar salah satu cowok memanggil namanya. Suara konyol itu lagi. Lalu dia dengar yang lain bersorak. “Ada apa lagi ni???” Zeva kemudian menoleh kearah sumber suara, alias si Joey.
Zeva kemudian melirik cowok yang menarik tangannya ini. Joey baik. Salah satunya orang yang mau mengajaknya berkenalan.” Kenapa sih Zeva tidak berteman saja dengan dia!” Zeva berusaha mengubah pandangan bahwa setiap cowok akan terlihat keren kalau bergaul dengan cowok cakep dan popular. Dengan sifat dan penampilannya seperti ini, cita-cita seperti itu hanyalah sebuah mimpi yang tak pernah menjadi kenyataan. Dia bukan Lola.
Joey menunjuk kearah cowok-cowok itu. Dia kemudian memperkenalkan Zeva kepada teman-temannya, seperti Olan, Aryo, Abbie, Tito,Bimo, Dion, dan banyak lagi , sampai-sampai Zeva tidak bisa mengingat nama mereka lagi. Akhirnya Zeva memang bergabung dengan cowok-cowok itu, dan tanpa dia sadari dia merasa nyaman berada di antara mereka meskipun Zeva belum bisa berbicara banyak dengan mereka. Setidaknya, dia tidak merasa asing disini. Thanks to Joey!!!!
Setelah hang out-nya bersama para cowok IIC, dia akhirnya mulai berkenalan dengan beberapa teman cewek di kelasnya. Ini semua karena Joey, dia orang paling konyol dan cuek di kelas ini dan hampir seisi kelas menyukainya. Hasilnya, Zeva diajak Joey dan Dewi untuk bergabung dalam paduan suara, yang aktif bernyanyi di gereja. Hmm….pengalaman baru!!!!
Joey mensejajarkan langkahnya dengan Zeva. Zeva tidak suka dijemput di sekolah. Biasanya, Pak Min, supir kami di Jakarta dia suruh memarkir mobil 200 meter dari sekolah. Atau kadang dia berbohong padanya dengan mengatakan kalau dia pulang dengan Lila, padahal dia pulang naik bis atau angkot. Zeva senang melakukannya. Menurutnya, saat dia sendirian, berlari berebutan tempat duduk di bis, berjejalan dalam bis kota, dan berada dalam orang-orang asing, dia merasa bebas, dia merasa menjadi cewek paling berani, dia tidak pernah merasa rendah diri karena memang dia berada diantara orang-orang yang tidak dia kenal. Diantara mereka, dia bisa menjadi berbeda.
Bahkan ditempat baru seperti di Yogyakarta ini, dia mati-matian menolak dijemput mama, apalagi setelah tadi pagi dengan sedikit pemaksaan mama mengantarnya ke sekolah karena memang kami belum punya supir disini. Joey menawari Zeva untuk pulang bersama.Kembali Joey menarik tangan Zeva ketempat parkir dan Zeva nggak bisa menolak.
*****
Lila pasti mendengar helaan napasnya tadi, dan dia menangkapbahwa itu adalah tanda bahwa dia baru saja mengalami hari yang berat. Setelah telepon ditutup, Zeva segera naik lagi ke tempat tidur dan mulai memikirkan apa yang dikatakan Lila tadi.
Mama kemudian berkata bahwa hari ini dia bias diantar Pak Ali ke sekolah, sambil mengoleskan roti dengan selai coklat kacang kesukaan Zeva. Tapi dia menolaknya sambil menyambar roti yang baru dioles Mama. Mama menyergit tak mengerti. Mama sudah mengultimatum dan seperti biasa dia tidak membantah. Dia berusaha menyakinkan mamanya. Dia malu jika harus diantar jemput ke sekolah karena kalau dijemput seperti itu dia jadi kehilangan kesempatan untuk lebih dikenal oleh teman-temannya. Tetapi kalau dia bias melakukan hal yang lazim seperti mereka, setidaknya dia tidak menjadi asing dimata mereka.
Saat pulang sekolah kemarin dia melihat banyak temannya yang naik angkot dan ada juga beberapa yang bawa kendaraan sendiri, seperti motor atau mobil, meski hanya beberapa saja. Tidak seperti di sekolah lamanya di Jakarta, di mana hamper semua anak kelas tiga dan kelas dua membawa mobil sendiri, dan hanya segelintir saja yang membaww motor dan naik angkot. Memang rata-rata murid di SMA Bangkit adalah anak orang kaya dan mereka pasti berlomba-lomba membawa mobil dengan mer-merk Eropa yang bias geleng-geleng kepala. Baru sehari sekolah di Yogya, dia bias melihat bahwa budaya sekolah ini berbeda dengan sekolahnya di Jakarta. Zeva menahan napas dan jantungnya berdetak kencang. Dia menepuk bahu Joey untuk melambatkan laju motornya.
*****
Zeva melirik Lola,yang hari ini terlihat sangat cantik. Lola sibuk menulis dan rambutnya yang hitam sebahu nmenjuntai ke meja. Zeva baru sadar kalau dari tadi dia sedang asyik mengamati penampilan Lola. Tidak lama kemudian kelas sudah ramai. Zeva mencari-cari sosok Jeoy, tapi cowok aneh itu terlihat.
Tak lama kemudian Pipin, teman kelasnya yang lain menghampiri Zeva dan Dewi. Dua orang itu langsung terlibat pembicaraan yang tak dia mengerti. Pandangan kembali dia arahkan ke lapangan basket. Bayu sedang asyik mendribel bola dan sekali loncat, bola orange mulus masuk ke keranjang. Kemudian Dewi menggingatkan Zeva untuk besok jangan lupa ikutan latihan, soalnya hari Minggu mereka punya jadwal koor di gereja.
*****
Sudah bisa dia tebak, begitu sampai di rumah mama pasti marah karena insiden tadi pagi. Kali ini, dia hanya diam. Dia berusaha tidak menangis seperti biasa dia lakukan. Zeva mohon pada mama, setelah wanita cantik yang selalu dia kagumi dalam hati ini menghentikan omelannya. Zeva sedih karena mama belum juga mau mengerti. Tapi, semuanya harus dia lakukan pelan-pelan. Zeva kemudian menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Matanya terpaku pada computer di atas mejanya. Karena kemarin papa sudah memasang internet. Zeva segera meloncat dan menarik kursinya, kemudian menyalakan komputernya.
Kemudian Zeva mengetik accountnya di Yahoo messenger. Kali-kali Lila OL kan kita jadi bias chatting. Zeva menarik napas dengan kecewa, kemudian dia terpaku pada satu nama yang menurutnya menarik, Tristan_ozz. Zeva tersenyum sendiri, dia jadi ingat nama itu yang diperankan Brand Pitt di film Legend of the Fall. Dengan memejamkan mata, dia mengklik nama itu dua kali. Dan dia sekarang bingung apa yang harus dia tulis. Akhirnya Zeva memutuskan untuk mengikuti Lila. Dan mereka akhirnya berkenalan dan Zeva bias bebas bercanda tanpa rasa takut. Satu menit…Tristan tidak ada balasan sampai-sampai dia meninggalkan Zeva.Akhirnya mematikan komputernya dan naik ke tempat tidur.
*****
Akhirnya, tanpa bias dia membantah, hari ini Pak Ali tetap mengantarkan Zeva ke sekolah. Joey hanya bias bengong melihat Zeva. Dan kami hanya bias bercanda dari dari kaca jendela. Setelah Pak Ali pergi, dia ikut motor Joey ke sekolah. Lucu juga, mereka seperti orang yang lagi pacaran backstreet. Kemudian sekilas dia menceritakan pemaksaan mama terhadap Zeva. Joey kaget dengan reaksinya, sepertinya dia tidak menyangka itu akan terjadi.
Zeva segera duduk di bangku tanpa memedulikan Joey. Lola dan dua dayangnya, Ririn dan Reni, hanya bias melihat adegan kami dengan senyum-senyum dan dia melihat mereka berbisik dan tertawa cekikikan. Dia merasa malu banget. Tapi saat ini dia bias melihat kalau ternyata Joey serius, dia tidak membalas celetukan teman-temannya seperti biasanya. Dia masih melihat Zeva dengan mata yang mengharap iba tapi Zeva tidak tega. Akhirnya Zeva pun tersenyum juga, tidak mau membuat masalh ini jadi berlarut-larut dan menimbulkan gossip baru. Akhirnya Zeva udah punya satu sahabat pengganti Lila di sini. Joey.
Suara seorang cowok memecah suasana aneh yang barusan terjadi. Seketika semua mata melirik kearah sumber suara itu. Akhirnya sosok yang dia nantikan itu dating juga. Kali ini Bayu tepat ada di sampingnya karena memang Joey masih ada di depan mejanya. Zeva tersenyum dalam hati mendengar bahasa jawa yang dicampur-campur. Bayu kemudian pamit pada Zeva dan Joey serta teman-temannya.Lola kemudian berjalan kearah Bayu.
*****
Zeva kemudian menelepon mamanya kalau ada les tambahan di sekolahnya. Tapi memanga itulah satu-satunya jalan untuk menjalankan misinya. Zeva kemudian mengikuti langkah Joey ke lapangan basket. Dia memperhatikan cowok-cowok yang beraksi di lapangan itu. Ternyata Joey yang konyol itu jago juga main basket, pantas saja Bayu khusus mengundangnya untuk bergabung. Saat Zeva menoleh ke samping, dia sedikit terkesiap. Ternyata Lola dan dayangnya juga ada di sini.
Akhirnya, latihan basket selesai. Joey menghampiri Zeva dengan tubuh yang basah dengan keringat. Dia melihat Devo juga menuju kearah kami, maksudnya kearah Lola tentunya. Zeva tidak mendengar kalau Lola mendengar ajakan Bayu tadi, biar dia tahu kalau dia nggak bias memiliki semua yang dia suka. Dia harus sadar juga kalu dia bukan satu-satunya pusat perhatian di sini.
*****
Zeva kemudian di marahi lagi oleh mamanya karena dia nggak telepon mama supaya Pak Ali yang menjemputnya, tapi dia malah diantar oleh Joey. Zeva kemudian langsung menaiki tangga menuju kamarnya, dan dia tidak mendengarkan ceramah dari mamanya. Kemudian Zeva menelepon Lila, tapi dia bilang mending chattingan aja kan dia bias bilang kalau dia lagi ngetik banyak tugas.
Ternyata Tristan masuk juga dan kemarin dia sombong banget pergi nggak bilang-bilang. Akhirnya Tristan menjelaskan bahwa kemarin komputernya error. Dan Zeva pun lega bahwa setiap cowok itu tidak kayak gitu. Selama dua jam, tanpa dia sadari juga, dia telah banyak mencurahkan isi hatinya pada Tristan.
Zeva segera turun ke ruang tengah mencari-cari Kompas terbitan minggu lalu. Dia tersenyum saata meihat sebuah iklan tentang lomba menulis novel remaja. Zeva segera berlari ke kamarnya. Setelah memahami persyaratannya, dia mulai mencari-cari ide untuk novel yang akan dia tulis. Kemudian dia membuka file komputernya mencari-cari cerpen yang dia tulis sejak SMP, kali-kali dari sana dia nemuin ide untuk lomba novel ini.
*****
Hari ini kembali dia naik mobil yang akan mengantarnya ke sekolah. Seperti biasa, Zeva meminta Pak Ali menurunkan dia agak jauh dari sekolah. Memang beberapa hari ini Joey tidak lagi menjemputnya setelah kejadian waktu itu. Zeva tersenyum karena pagi-pagi gini Tristan sudah sms dan menanyakan gimana novelnya. Tidak lama kemudian, kelas kembali ramai. Daripada Cuma bengong, dia memutuskan untuk memikirkan ide untuk novel yang akan dia tulis. Dia mulai mencoret-coret bagian belakang bukunya. Dalam hati dia gelisah karena Joey sampai sekarang belum dating juga.
Tiba-tiba sosok Devo dating dan menemui Lola dan mengajaknya untuk ikut dalam acara pesta ultahnya Vinka. Kemudian disusul Bayu dan menghampiri Zeva ke tempat duduknya, tapi tak seperti biasanya dia tidak menghampiri Lola. Dan dia mengajak Zeva untuk menghadiri ultahnya Vinka yang seperti Devo mengajak Lola. Dan ini kesempatan Zeva untuk bias dekat dengan Bayu. Zeva merasa ponselnya bergetar dan ternyata sms dari Joey kenapa pake sms segala padahal dia ka nada di belakang Zeva.Dia ternyata mengajak Zeva untuk ikut dalam pesta ultah Vinka tapi Zeva menolak karena Bayu sudah mengajaknya.
*****
Mama sibuk mendandani Zeva meskipun dia mati-matian nggak mau dandan yang heboh. Ponselnya kemudian berbunyi ternya Bayu sudah dating. Dia segera turun setelah sebelumnya dia melirik kearah cermin sekali lagi untuk melihat penampilannya dan yakin kalau sudah tidak ada yang kurang. Kemudian mobilnya memasuki sebuah halaman rumah yang cukup mewah. Tanpa diduga Bayu menggandeng tangannya tepat di depan sana ada Devo, Lola, dan dua dayangnya. Kemudian dengan tenang dia mengikuti langkah Bayu. Matanya mencari-cari sosok Joey tapi dia tidak kelihatan.
Selama di pesta perlakuan Bayu padanya semakin membuatnya tersanjung dan merasa geer. Perlakuan Bayu semakin membuat Lola patah hati. Zeva bias melihat saat akhirnya Lola meutuskan pulang duluan, sambil tak lupa memberikan pandangan yang tidak dia mengerti. Beberapa menit setelah Lola pulang, Bayu juga langsung mengajak Zeva pulang. Sampai Zeva pulang dia tidak melihat Joey. Saat di mobil Zeva melihat Bayu tersenyum sendiri dan Zeva bias melihat matanya tertuju ke mobil depannya yang tak lain itu adalah Devo dan Lola.Tanpa berkata apa-apa, dia turun dari mobil Bayu. Zeva langsung lari ke kamarnya.
*****
Zeva terbangun gara-gara bunyi ponsel yang meraung dekat kuping. Zeva kemudian melirik jam dindingnya, jam setengah enam pagi. Dia segera beranjak ke kamar mandi. Setelah sarapan, seperti biasanya, dia diantar Pak Ali ke sekolah. Saat memasuki halaman sekolah, perasaanya tak menentu. Dia berusaha tidak melihat ke mana-mana, dia malu kalau dia harus bertemu Bayu. Tapi memang dia nggak bias menghindar dari sosok yang bernama Bayu karena saat hendak masuk ke kelas sebuah tangan menarik tangannya dan dia mendongok. Tak sadar air matanya mengenag. Dia sedih sekali karana tanpa dia sadari perasaan cemburu itu semakin kuat dia rasakan sekarang. Yup! Sepertinya dia jatuh cinta sama Bayu. Ya tuhan, ini sangat menyedihkan.
Kemudian Zeva berlari ke kelas. Dia menarik nafas lega, kelas masih sepi dan yang penting Lola belum dating. Dia meletakkan tasnya, kemudian mencari-cari tisu. Mengeringkan mata dan hidungnya yang basah. Dia tidak mau Joey melihat wajahnya yang berantakan ini. Akhirnya dia berani menatap Joey. Saat melihat wajahnya, Joey langsung terdiam. Joey melihat sekelilingnya, kemudian dia menarik tangannya dan membimbingnya keluar. Dan saat itu Zeva melihat Bayu sedang berjalan bersama Lola. Dia masih binggung harus mulai dari mana. Akhirnya dia mengangguk mengiyakan. Lebih baik dia jujur pada Joey karena dia sahabatnya yang selama ini sangat baik padanya.
Zeva menarik napas dan menghembuskan kuat-kuat untuk mengeluarkan kesedihannya, sepertinya ada beribu-ribu bola basket di dalam sana yang semakin bikin sesak dadanya. Dia masih terdiam. Cerita Joey semakin menyakitkan hatinya. Joy pintar membaca isi hatinya. Dia hanya bengong dan menggelengkan kepalanya. Akhirnya Zeva tersenyum juga. Kemarahan Joey sudah menghilang. Dengan kesal Zeva menghujanunya dengan cubitan dan Joey menjerit minta ampun. Kami berdua pun tertawa bersama. Dia menarik napas lega. Bayu boleh jadi pahlawan Bina Persada, tapi Joey adalah phlawan Zeva.
*****
Dia berusaha menghilangkan bekas air mata dan sembab di wajahnya. Dengan masih bercanda, sejenak melupakan rasa sakit hatinya pada Bayu, dia dan Joey masuk ke kelas. Dan semua mata memandang kearah kami. Dengan perasaan tak menentu dia menuju bangkunya. Dan sepertinya Lola juga sudah menunggunya. Dia melihat Loa tersenyum simpul, dan dua dayangnya langsung mendekatinya. Entah apa yang mereka bicarakan. Kemungkinan Lola udah tahu dengan sandiwara yang dibuat Bayu, atau mungkin Bayu sendiri sudah menjelaskan kebenaran dari gossip itu dan mungkin tadi pagi dia sudah ‘melamar’ Lola jadi pacarnya.
Seperti biasa, Zeva tetap diam. Dia memilih membiarkan Joey yang mengatasi semuanya seperti janjinya tadi. Akhirnya, suasana terselamatkan saat Bu Vero masuk ke kelas. Joey mengedipkan matanya dan dia membalaskan dengan senyum. Dia dan Joey melangkah keluar kelas bersama. Hari ini Joey kembali latihan basket dan tentunya bersama Bayu. Dia memutuskan untuk tidak ikut menemani Joey karena dia masih tidak ingin bertemu dengan Bayu. Dia pun sadar betapa sibuknya dia sekarang. Dan kami bercanda seperti biasa hingga tak sadar dia menabrak seseorang. Pantas dia marah karena the botol yang sedang dipegangnya sedikit tumpah ke tangannya gara-gara Zeva tabrak tadi. Tapi saat akan pergi dia melihat cewek itu sedikit menyergit melihat Zeva. Entah kenapa? Oh ya, dia tahu pasti gossip itu yang jadi penyebabnya. Dan setelah dia pergi dia bertanya pada Joey siapa dia.
Ternyata namanya Bulan. Zeva pernah dengar kalau ada anak kelas tiga IPA yang namanya Bulan dan dia pernah pacaran sama Devo, tapi menurut gossip mereka putus gara-gara Lola. Ternyata yang ini orangnya. Memang serasi sih kalau jadi pacar Devo, menurutnya. Dan kembali dia berpisah dengan Joey yang menuju ke lapangan basket.
Zeva tahu apa yang terjadi dan dia siap mendengar kemarahan mama. Tapi penciuman mama memang tajam, dia menahan napas sambil berdoa dalam hati. Mama terlihat sangat marah, dan tanpa diduga-duga mama menyambar mouse komputernya dan….semuanya hilang. Dia berusaha sekuat tenaga menahan air matanya. Tapi setelah mama keluar, bendungan itu jebol juga. Dia kemudian menyambar ponselnya, kemudian memencet nomor yang sudah dia hafal luar kepala yaitu Joey.
*****
Hari ini dia kembali melihat Bayu berjalan bersama Lola. Dia pura-pura tidak melihat pemandangan itu. Joey sepertinya tahu dan dia berusaha melucu agar tertawa dan di saat itu juga dia bias melihat Bayu menatapnya, sepertinya ada sesuatu yang ingin ia katakana, tapi dia tidak tahu apa itu. Joey kemudian berseru memberi ucapan selamat kepada Bayu. Zeva hanya diam. Wajahnya memanas, dia merasa aneh, dia seperti mengalami de ja vu, bukankah di kelas ini pernah ada kejadian seperti ini. Dan Zeva harus siap kalau si sombong Lola akan membeberkan semua rahasianya kalau dia hanya dijadikan alat oleh Bayu agar memancing rasa cemburunya, dan akhirnya membuat mereka jadian, bahwa sebenarnya tidak ada konspirasi dua sahabat di antara kami. Kami kemudian menuju aula sekolah untuk latihan paduan suara. Kemudian Joey meninggalkan dia di depan aula sekolah, dia lagi kebelet pipis. Zeva tertegun mendengar suara itu. Ternyata dia adalah Bayu. Dia kemudian senyum pada Bayu. Tanpa ekspresi kemudian Bayu beranjak meninggalkan Zeva. Air mata akhirnya mengalir, dia masih ingat saat di pesta Vinka, malam di saat dia jatuh cinta sama Bayu.
*****
Dia tidak selera melihat rending daging kesukaannya. Hari ini dia memang tidak punya selera makan. Dia segera naik naik menuju ke kamarnya. Saat hendak membuka pintu kamar, Mama menhampirinya. Di tangan mama dia melihat sebuah gaun putih cantik. Dia tertegun. Mama bilang nanti malam ada pesta ulang tahun pernikahan di rumah temannya. Hari ini Zeva terlihat cantik dan dia sadar kalau dirinya itu cantik. Begitu juga mama dan papa yang terus memujinya malam ini.
Mobil papa memasuki sebuah halaman rumah yang cukup besar dan disana sudah ada beberapa mobil. Dia mengikuti langkah papa dan mama. Di depan pintu dia melihat seorang pria seumuran papa tersenyum lebar kearah kami dan di sampingnya berdiri seorang wanita anggun yang juga tersenyum kearah kami. Kami pun tiba ditempat acaranya, tepatnya dipinggir sebuah kolam renang yang dibuat seindah mungkin dengan puluhan lilin mengambang di kolam renang yang membuat suasananya romantis banget, dan ditepi kolam sebuah band sedang mengalun lagu The way we were yang jazzy banget itu.
Dia melihat papa dan mama asyik berbincang dengan pasangan tuan rumah itu. Dan dia hanya terbengong sendiri. Kemudian dia melihat wanita anggun itu tersenyum manis. Wanita anggun itu bernama tante Vivi yang sedang mencari-cari seseorang. Dia mengikuti arah pandang tante Vivi dan duuarr!!!! Ternyata Devo anak tante Vivi. Dan dia harus bertemu dengan cowok sombong itu di tempat ini. Dia berusaha menyembunyikan wajahnya, sekali lihat dia tahu sosok cakep itu adalah Devo. Cowok sombong yang juga suka sama Lola. Dan sekarang cowok itu sudah ada dihadapannya.
Tante Vivi menyikut Devo yang hanya diam saja melihatnya. Pasti dia tidak menyangka akan bertemu Zeva disini. Dengan agak ragu, Zeva mengulurkan tangannya pada Devo. Seorang Devo, yang sombong itu, yang biasanya menciptakan kerajaan kecilnya sendiri bersama sang ratu Lola, tersenyum padanya. Dasar ibu-ibu, setelah melihat Zeva dan Devo saling perkenalan, mereka meningglkan kami sendirian. Seperti layaknya di film-film, kalau kedua ortu sengaja memperkenalkan kedua anak mereka pasti mereka punya niat yang sama di kepala mereka. PERJODOHAN!
*****
Kemudian Zeva masuk kelas dan ternyata Joey sudah dating. Tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya dan dia segera menengok. Ternyata si Devo dan dia langsung menghampirinya. Pada hari ini dia tidak menghampiri Lola tetapi Zeva. Kemudian Joey kaget karena Zeva itu kenal sama Devo.
Bel pulang berbunyi dan Devo mengajak Zeva pulang dengan menaiki hondanya yang sangat besar dan tidak seperti motornya Joey yang cukup sederhana. Ternyata sudah sampai di depan rumah dan darimana Devo tahu kalau itu rumahnya.
*****
Keesokan harinya Joey mengajak Zeva untuk menonton ke bioskop yang tak lain adalah film kesukaannya Lila. Dan bintang tamunya adalah orang yang memainkan film itu. Kemudian Zeva pulang tapi mama sudah marah dan Zeva tidak boleh keluar lagi dari rumahnya kecuali sekolah. Dan Zeva punya akal untuk menonton film tersebut yaitu lewat pintu belakang dan diruang tamu ada tante-tantenya yang sangat cerewet jadi Zeva bias keluar dengan mudah. Dan Joey sudah menjemputnya di depan.
Kemudian kami menuju ke bioskop dan untungnya film belum diputar. Sebelum film diputar ada acara bertemu dengan para bintang tamu dan boleh juga mereka minta tanda tangan atau jabat tangan. Kemudian ponselnya berbunyi dan ternyata Tristan. Tiatan kemudian berbicara kalau dia ada di situ. Setelah itu Joey menarik tanganya dan menyuruh masuk kedalam. Setelah film selesai Tristan menelepon kembali dan ngajak ketemu di ruang tunggu. Ternyata Tristan adalah artis yang menghadiri film tersebut. Setelah itu Joey mengajak Zeva ke Mc Donald dan kami makan bersama tetapi Zeva lupa kalau dia tidak menghubungi mamanya segera dia pulang. Sampai dirumah, untungnya mama tidak melihat dan dia langsung kekamarnya.
Pagi yang cerah dia berangkat sekolah dan tak lain dia harus diantar Pak Ali. Kemudian dia segera menuju ke kelasnya dan kelas sangat ramai karena meraka sedang bercerita tentang hal yang kemarin.
*****
Kemudian mama menyuruh Zeva kalau nanti malam ada acara perpisahan di rumah Devo. Kemudian dia melihat disana ternyata ada sosok Bulan. Dan mereka terlihat sangat sedih. Kemudian Zeva menghampiri Devo dan Bulan ternyata sudah pulang.
Hari ini adalah pertandingan antara Bina Persada dan SMA 3. Suasana menjadi sangat ramai dan sementara kami berada di kubu sebelah kanan dan lawan berada di kubu kiri. Pertandingan dimulai. Bayu, Joey, Dion, Rian, dan Steve berjuang keras melawan kelincahan dan kehebatan anak-anak SMA 3. Kami melihat kubu lawan ternyata ada yang cakep juga.
Pertandingan yang seru itu akhirnya ditutup dengan kemenangan BP dengan angkan tipis. Kami semua bersorak dan di tengah lapangan dia melihat Joey diarak teman-temannya karena kali ini Joey adalah kunci kemenangan BP. Bayu segera meninggalkan lapangan dan menghampiri Zeva. Dewi jahil. Zeva hanya tertawa kecil dengan hati yang berbunga-bunga. Dia bias melihat Lola yang kecewa karena Bayu lebih memilih menghampiri Zeva. Kemudian Zeva berlari kearah lapangan dan menghampiri Joey. Besok lomba paduan suara Natal, dan Joey adalah kunci buat suara tenor. Hmm…Joey emang hebat. And he’s my very bestfriend.
*****
Lomba paduan suara menyambut Natal diikuti 12 SMA di Yogya. Lomba ini diadakan di gedung kesenian SWARA. Zeva, Dewi, Pipin, dan Joey dating bersama. Papa dan mama ikut menonton. Dia senang. SMA kami mendapat urutan ke-5. dia mulai deg-degan. Ini adalah penampilan pertamanya di depan banyak orang. Meskipun bernyanyi bersama 11 orang yang lain, penampilan kali ini membuat dia gugup bukan main. Joey terus menghibur Zeva. Bayu tersenyum dan memberi tanda kalau dia akan berasa di antara penonton.
Lagu I will follow Him dan All I Want for Christmas mambahana dalam gedung SWARA. Penonton bertepuk tangan meriah saat kami mulai turun panggung. Dia lega. Papa dan mama menghampiri dia di belakang panggung, memeluk dan menciumnya. Dia memperkenalkan Joey pada papa dan mama. Kami semua tertawa. Dan dia bisa menangkap bayangan Bayu di belakang papa dan mama, sedang mengacungkan jempolnya.
Senandung Malam Kudus sangat mendamaikan hati. Keluarganya dan keluarga Bayu ke gereja malam Natal bersama. Tante Diana mengajak makan malam dirumahnya. Setelah selesai makan malam, Bayu mengajaknya ke taman di samping rumahnya. Hujan gerimis membuat malam Natal semakin dingin. Dia terpengarah. Bayu nyatain cintanyakah??? Dia masih bertanya-tanya bego dalam hati. Tapi artinya itu kan…??? Bayu ingin jadi pacarnya kan ??? Dia bingung sendiri. Dia mengangguk cepat dan tersenyum dan tanpa dia sadari bibir Bayu sudah menempel di keningnya. Ya Tuhan, terima kasih untuk kado yang indah ini, jertnya dalam hati. Dia tertawa mendengar kata-kata Bayu. Bayu pun ikut tertawa. Sampai akhirnya ortu kami mengajak kami masuk ke dalam.
*****
Satu bulan kemudian…
Dia tergesa-gesa menuruni tangga dan mengambil Kompas yang baru datang. Hari ini ada pengumuman pemenang lomba Novel Remaja. Segera dia balik-balik Koran papa itu. Matanya menangkap tulisan besar di sana: Pengumuman Pemenang Lomba Novel Remaja. Dia meneliti satu-satu nama 10 orang yang tertera di sana. Satu kali, dua kali, sampai sepuluh kali dia akhirnya sadar namanya tidak ada. Tentu saja dia kecewa berat. Dia melangkah lunglai ke kamarnya. Dan ponselnya berbunyi. Ternyata Bayu dan suara dia malah membuatnya pengen nangis. Dan dia menutup teleponya dari Bayu dan nggak lama kemudian poselnya itu kembali berbunyi. Tristan!!! Ingat Zeva, apapun yang terjadi tetaplah bersyukur. Mungkin ini bukan waktunya kamu menang, tetapi tetap belajar dan belajar dan suatu saat nanti kamu pasti jadi pemenang. Setelah telepon dari Tristan, dua sms masuk dari Lila dan Joey. Mereka semuanya menanyakan tentang novelnya. Huuuaaaa………dia kembali merasa sedih. Sebel!
*****
Keeesokan harinya Zeva, Bayu, dan Joey menjemput Tristan di hotel. Kami berempat menghabiskan waktu di Yogya. Makan Gudeg dank e Malioboro. Betapa bahagiannya dia saat ini berada diantara tiga cowok yang berarti dalam kehidupannya yang baru.
Dia semakin yakin dan sadar bahwa ternyata Tuhan punya rencana yang indah dalam setiap kehidupan kita. Sifatnya yang penakut dan pemalu lama-lama terkikis saat dia harus pindah bersama papa dan mama ke Yogya. Di kota Gudeg ini, dia menemukan kehidupan yang baru, kehiduan yang menyenangkan yang sebelumnya dia kira sebuah bencana baru.
Setelah kembali mengantar Tristan dan Joey. Bayu mengantar Zeva pulang. Belum juga turun dari mobil Bayu, mama menghampiri kami dengan wajah sumringah. Mama mengacungkan sebuah amplop putih kepada Zeva. Dia segera mengambilnya. Bayu terlihat penasaran. Setelah membukanya, matanya terbelalak…
Novel Anda yang berjudul Senyumku masuk dalam kategori penulis bebakat dan akan diterbitkan…
Dia segera menjerit kegirangan, mama segera merangkul dan mencium Zeva. Tidak terasa air mata menetes. Air mata bahagia. Seperti judul novelnya. Ini senyumnya, senyum kebahagiaan….
“The End”

wah aku nggak bakal bosan sama novel satu ini .walaupun udah baca lebih dari sepuluh kali hhhh. coba aja.
 kalo di buat film pasti banyak yang suka.

Sinopsis Novel Refrain 

 

Judul              :  Refrain

Pengarang      : Winna Effendi       

Penerbit          : Gagasmedia
Nata dan Niki adalah dua orang sahabat yang selalu bersama-sama menatap bintang di atas trampolin dan itu hampir menjadi rutinitas. Setiap Niki bertanya tentang siapa yang lebih dulu jatuh cinta di antara mereka berdua, Nata selalu menjawab “kamu”. Di sekolah  Niki dan Nata mempunyai sahabat yang bernama Annalise (Anna) pindahan dari New York. Anna merupakan anak tunggal dari model terkenal Vidia Rossa. Mereka bertiga menjadi sahabat erat. Ternyata Anna menaruh rasa sayang kepada Nata. Di sisi lain Nata pun merasakan ada yang berubah dari diri seorang Niki.
Suatu hari Niki diajak berkenalan oleh kapten basket dari lawan SMA nya. Oliver anak terkenal dari SMA Pelita. Niki pun menjadi gugup ketika suatu hari Oliver mengajaknya jalan-jalan dan menyatakan rasa cintanya pada NiKi. Seketika itu Niki merasa betapa senangnya mempunyai pacar dan langsung menceritakan kepada Nata dan Anna. Nata terkejut dan mengatakan bahwa Oliver tidak pantas menjadi pacar Niki. Nata berkata dalam hatinya bahwa dia yang lebih dulu jatuh cinta.
Anna mengajak Nata dan Niki ke rumahnya untuk memilih koleksi-koleksi fotonya. Niki menemukan kumpulan foto-foto Nata yang secara diam-diam disimpan oleh Anna. Nata memberanikan diri bertanya tentang foto itu. Anna pun mengatakan bahwa dia sayang kepada Nata. Anna lalu cepat mengatakan bahwa tidak perlu ada jawaban dari Nata karena ia sudah tahu jawabannya. Nata menjadi lega dan berkata bahwa ini baru pertama kalinya ada cewek yang menyatakan langsung perasaaannya kepadanya.
Suatu hari Niki masuk ke kamar Nata dan secara tidak sengaja membaca lagu-lagu ciptaan Nata, tapi ada hal yang membuatnya lemas ketika ia membaca tulisan tentang perasaan Nata kepadanya . Nata mengetahuinya dan Niki ingin meninggalkan ruang itu, tapi ditahan oleh Nata yang meraih tangannya dan berkata dalam suara rendah, “gue sayang lo, Nik”. Niki tidak menjawab dan langsung pergi . Saat itu Nata merasa dia sudah kehilangan sesuatu yang penting dalam hidupnya. Persahabatan Nata dan Niki menjadi renggang.
Suatu ketika sepulang sekolah Nata berusaha mendekati Niki, ingin mengatakan sesuatu tentang perasaannya dan Nata juga mengatakan bahwa ia tidak ingin merusak persabatannya apalagi hubungan niki dengan Oliver . Nata hanya ingin Niki tidak menjauh darinya. Niki akhirnya berani berkata bahwa dia tetap menggap Nata  sebagai sahabat dan minta maaf kalau ia tidak menerima perasaan Nata. Kadang Niki merasa kangen kepada Anna dan Nata, ia hanya bisa mengintip dari rumahnya ketika Nata bercanda ria bersama Anna di trampolin. Tempat khusus dirinya bersama Nata.
SMA Pelita akan mengadakan pesta, Niki akan menjadi pasangan Oliver. Namun , Niki terkejut dan marah ketika melihat Oliver berpasangan dengan Helena. Helena sudah merencanakan semua itu karena ia iri kepada Niki. Helena berhasil menipu Oliver dengan mengatakan bahwa ia akan mempertemukannya dengan Shasa. Oliver tega melakukan semua itu karena sangat mencintai Shasa.
Niki terkaget ketika Nata mengajaknya pulang dari tempat pesta itu. Sahabatnya datang menyelamatkannya. Nata datang tanpa sepengetahuan Niki dan diberitahu oleh Oliver bahwa ia harus menjemput Niki. Oliver sebenarnya tidak tega melakukan itu. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengobrol di trampolin. Mereka berdua kembali berbaikan.
Kelulusan akan segera tiba. Annalise memutuskan untuk kuliah, sementara Niki masih bingung. Nata tidak sanggup meninggalkan Niki, padahal ia sudah diterima sekolah di luar negeri. Danny tahu apa yang terjadi pada adiknya. Ia pun menasehati agar Nata mau sekolah dan tidak perlu khawatir terhadap Niki. Malamnya Nata dan Niki memutuskan untuk menghabiskan malam di atas trampolin sambil mengingat masa-masa kecilnya dulu hingga mereka berdua tertidur di atas trampolin itu. Setelah terbangun , mereka memperhatikan dua planet bersinar pagi itu, berdekatan seperti dua sahabat. Akhirnya perpisahan itu terjadi, Nata akan pergi untuk waktu yang lama.  Nata mengecup kening Niki dengan lembut, membekaskan seluruh rasa cintanya pada gadis itu.  Mereka berdua menangis dan Nata berkata dalam hati “Gue akan segera pulang dan,saat itu,gue gak akan melepaskan lo lagi”.
Setelah hampir lima tahun Nata dan Niki berpisah. Sampai suatu hari Nata pulang dan memutuskan untuk mampir ke sekolah lamanya.  Teriakan seorang guru perempuan membuat Nata ingin mencari asal suara itu. Hati Nata berdesir,terpaku dan tidak mampu bergerak ketika menemukan asal suara itu. Mereka berdua saling menatap, perempuan itu seperti ingin berseru,tapi justru hanya berbisik. Tidak ada yang berubah. Mereka masih saling memiliki;dulu,sekarang,dan selamanya. 
 novel satu ini baru aku baca , novel ini keluarnya udah lama .tapi baru difilm kemarin ya,,,,,

FIRST LOVE FOREVER LOVE

Cinta pertama selalu abadi....
Resensi: Noviane Asmara
Detail Buku :

Penulis : Shu Yi
Penerjemah : Pangseti Bernardus
Penyunting : M. Sidik Nugraha
ISBN : 978-979-024-205-0
Ukuran : 13 x 20,5 cm
Tebal : 545 Halaman
Cover : Soft Cover
Penerbit : Serambi
Terbit : Februari 2010


Tubuhmu berada di satu tempat, tetapi hatimu berada ditempat lain ( hal 544 )

Kalimat singkat yang berada di penghujung cerita itu sempat membuat aku terlonjak dan merasa ditampar, bagaimana tidak? Karena kalimat itu mempunyai sejuta makna dah kenangan buat aku pribadi.
Apa artinya hidup ini tanpa bisa berada disisi seseorang yang kita cintai. Seseorang yang ingin dilihat saat bahagia dan menjadi tempat melampiaskan amarah saat sedih dan terluka. Aku akan hidup seperti zombie.

Zhao Mei mengalami itu semua. Cintanya yang mendalam untuk Sun Jiayu,malah mengakibatkan ia kehilangan kekasihnya itu. Kekuatan cinta memang luar biasa, cinta mampu membuat seseorang wanita menjadi Superwomen. Walau kadang kekuatan itu tidak dibarengi ketenangan dan kecerdikan. Pikiran seakan telah tertutup dengan cinta. ,“Love is Blind “.

Zhao Mei hanyalah seorang gadis lugu yang sedang belajar musik. Perkenalannya dengan Sun Jiayu terjadi tanpa sengaja. Sun Jiayu semula adalah kekasih sahabat juga teman serumahnya, Peng Weiwei. Namun cinta Peng Weiwei malah membuat hubungannya dengan Sun Jiayu menjadi tidak harmonis dan berakhir dengan perpisahan.

Siapa yang bisa mengira jika lelaki yang diidam-idamkan selama ini adalah Sun Jiayu, seorang pedagang besar yang telah membuat sahabatnya di negara asing, bertemu dengan teman senegara justru membuat mereka makin dekat, hingga tanpa disadari Mei dan Jiayu saling menyukai. Sekuat apapun Mei berusaha melawan pesona Sun Jiayu, namun terlalu kuat untuk diabaikan.

Selalu saja ada orang yang mengambil kesempatan disaat orang kesusahan, tidak perduli orang itu sudah dianggap sahabatnya sendiri. Justru setelah sepanjang saat menolong banyak orang, disaat Jiayu membutuhkan pertolongan, hanya sedikit yang bersedia membantunya
Kepolosan dan kenaifan Mei sering kali tanpa ia sadari membuat Jiayu terkena masalah.Namun walau bagaimanapun, Jiayu tetap memuja Mei. Hingga akhir hayatnya, Jiayu tetap menganggap Mei adalah "perempuanku"

Kisah dibuku ini ditutup dengan sangat manis dan sangat menyentuh oleh sebuah puisi cinta. Ijinkan aku mengutip penggalan dari puisinya yang begitu dalam .

Apalah artinya namaku bagimu? Nama itu tak berjiwa
Dia akan menghilang, seperti raungan kecil
Dari gelombang yang menghantam tepian di kejauhan
Seperti suara riuh malam di hutan lebat!...

Penulisan Novel ini mengingatkanku pada Novel Cinta yang aku tulis tahun 2002 lalu, yang aku ikut sertakan dalam lomba penulisan Novel Cinta tahun 2009, walaupun sedih novelku tidak memenangkan lomba jadi teringat temanku, Truly, yang berjuang keras menjadi Editor untuk Novelku itu, dimana dalam setiap babnya, selalu dibuka oleh sebuah puisi cinta yang syarat dengan makna dan tentunnya romantis seperti dalam Novel First Love Forever Love ini.

covernya cukup menarik tapi kurang sendu untuk isinya,hhhh



Sinopsis novel "Waktu Aku Sama Mika"...

Waktu Aku sama Mika
Penulis: Indi
Ukuran: 11 x 18 cm
Penerbit: Homerian Pustaka
Hal:145 + v

Buku ini berisi coretan-coretan dari seorang gadis bernama Indi. Indi terlahir sebagai gadis yang “special” karena mengalami cacat tulang belakang. Untuk bisa berdiri tegak, maka dokter pun memasang penyangga di punggungnya sampai sebatas leher. Hal tersebut yang membuat seorang Indi menjadi pribadi yang pasif.
Di suatu hari saat berkunjung di rumah pamannya, Indi bertemu dengan seorang pria yang bernama Mika. Mika pada awalnya terlihat seperti pria-pria muda yang pada umumnya. Tapi setelah pertemuan-pertemuan berikutnya, Indi merasa bahwa Mika bukan pria biasa, tapi pria yang “luar biasa”. Mika yang menderita penyakit AIDS, memiliki motivasi yang hebat untuk tetap hidup dan mampu mengalirkannya pada orang lain termasuk, Indi. Tanpa pamrih, motivator yang baik, dan penuh keajaiban membuat seorang Indi akhirnya jatuh cinta pada Mika.

“Mika ajarkan aku tentang cinta tanpa syarat
Cinta tidak perlu berbalas. Tidak perlu pamrih.

Kalian mau tahu buktinya??

Mika selalu bilang. Dia sayang sekali sama aku.
Tapi Mika tidak pernah tanya, aku sayang dia atau tidak
(Tanpa Syarat, hal:65)


Hari demi hari dilalui oleh mereka berdua, sampai pada suatu cerita Mika harus pergi karena Kematian. Kemudian, terciptalah coretan-coretan yang dituliskan oleh Indi sebagai wujud pergolakan hati dan pikirannya mengenai arti kehilangan terhadap seseorang Mika.
Indi dengan polosnya bercerita kepada Tuhan betapa Ia membutuhkan Mika. Bukan hanya sebagai status seorang kekasih, melainkan sebagai orang yang mampu memotivasinya untuk tetap maju.

Tuhan itu hebat.
Tuhan bisa lakukan apa saja.
Tuhan miliki Mika
Tuhan juga miliki yang lainnya.
Semuanya….

Tapi aku tidak hebat..
Aku bahkan tidak bisa berlari…
Aku hanya miliki sedikit…
Hanya Mika..

Apakah Tuhan tahu??
Aku lebih membutuhkan Mika daripada Tuhan..
Apakah Tuhan tahu??
(Apakah Tuhan tahu, 107-108)

Tapi, hidup adalah untuk terus dilanjutkan, bukan untuk diratapi. Karena hidup hanya sekali dan suatu saat akan bertemu dengan kematian. Indi pun tetap berjuang demi kesembuhannya tanpa melupakan Mika. Pahlawannya. Bahkan di akhir cerita, Indi masih menyimpan nama Mika di sudut hatinya yang lain meskipun telah ada seorang pria yang telah menempati hatinya di sudut lain.


Anda bisa mencintai laki-laki lain, tanpa harus “mengabaikan” seseorang..
Karena Anda masih memiliki ruang yang luas di hati untuk mencintai.

nangis deh kalo baca ni diarynya indi . apalagi filmnya wah bikin mata sembab. untuk baca ni diary aku sampe rela pinjam sama temenku soalnya udah nggak kebagian .

Komentar

Posting Komentar